Home  / 
Jokowi Bertemu PA 212 Jalin Persatuan
Kamis, 26 April 2018 | 16:51:26
SIB/dok/ist
BERTEMU: Presiden Jokowi bertemu dengan Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Mesjid Bogor, Jabar, Minggu (22/4).
Jakarta (SIB) -Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai sebagai pemimpin berjiwa besar yang menerima semua kelompok di masyarakat. 

Pujian itu disampaikan Partai Golkar yang menyoroti pertemuan Jokowi dengan Persaudaraan Alumni (PA) 212 di Masjid Istana Bogor, Jabar, Minggu (22/4).

"Ini menandakan bahwa Presiden Jokowi itu pemimpin yang berjiwa besar. Selama ini Pak Jokowi selalu dihujat dengan berbagai isu-isu yang sebetulnya tidak relevan oleh kelompok ini. Misalnya anti terhadap umat Islam, kriminalisasi ulama dan lain-lain," kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Rabu (25/4).

Selepas pertemuan itu, Ace berharap tidak ada lagi hujatan dari berbagai pihak. Dia juga berharap agar atmosfer menjelang tahun politik akan lebih sejuk.

"Saya berharap dengan adanya pertemuan dengan Persaudaraan Alumni 212 ini, tak lagi ada hujatan-hujatan yang menggunakan simbol-simbol agama, sehingga dapat mendinginkan suasana menjadi lebih sejuk dan damai," kata Ace.

"Tak lagi ada masjid yang digunakan untuk memprovokasi umat menjelang Pilpres 2019. Kita sama-sama menjaga agar suasana kebersamaan dan kekeluargaan dapat tetap terjaga menjelang tahun politik 2019 ini," imbuh Ace.

Pertemuan antara Jokowi dengan PA 212 terungkap dari sebuah foto yang diterima, Selasa (24/4). Jokowi terlihat berada di salah satu ruangan masjid.

Dia terlihat memakai kemeja lengan panjang berwarna putih, celana panjang dan peci warna hitam. Pin presiden tersemat di bagian dada kiri kemeja putihnya.

Jokowi berdiri diapit pengurus PA 212, di antaranya Al-Khaththath, Sobri Lubis, Usamah Hisyam, Slamet Maarif, dan Yusuf Marta. Para pengurus PA 212 itu terlihat berbincang dengan Jokowi.

Untuk Jalin Persaudaraan
Sementara itu, Jokowi bicara soal pertemuannya dengan PA 212 di Istana Bogor, Minggu (22/4). Jokowi menyebut pertemuan itu untuk menjalin tali persaudaraan.

Jokowi mengaku memang sudah biasa bertemu dengan para ulama dari berbagai kalangan dan wilayah. Tujuannya untuk menjalin tali silaturahmi.

"Mengenai pertemuan hari Minggu saya kan hampir setiap hari, tiap minggu ke pondok pesantren bertemu ulama, mengundang ulama ke Istana. Untuk apa? 
Semangatnya adalah menjalin tali silaturahmi dengan para ulama, habib, kyai, ustaz dari seluruh provinsi yang ada di tanah air, menjalin persaudaraan ukhuwah kita dalam rangka menjaga persaudaraan, persatuan di antara kita," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan pertemuan itu sama dengan pertemuan-pertemuan yang kerap dilakukannya dengan ulama lainnya. Dia berharap pertemuan tersebut bisa menjadi penyelesaian persoalan yang ada di masyarakat.

"Sehingga, kita harapkan dengan tersambungnya silaturahmi, beriringnya ulama, umara, dapat selesaikan banyak masalah problem yang ada di masyarakat, di umat. Selesaikan bersama-sama," kata Jokowi.

"Pertemuan kemarin secara garis besar arahnya pembicaraannya ada di situ," tambahnya.

Tidak Semua Menolak
PPP menyebut pertemuan itu menandakan tidak semua elemen PA 212 menolak Jokowi, seperti anggapan beberapa kalangan.

"Pertemuan tersebut bagus saja sebagai silaturahmi. Hal ini menandakan bahwa tidak semua elemen 212 menolak Jokowi," ujar Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek) kepada wartawan.

Awiek menyebut aksi bela Islam 212 sebetulnya murni aksi agama. Namun, belakangan disebutnya menjadi gerakan politik.

"Akhirnya elemen 212 terbagi ke dalam beberapa kelompok: ada Presidium 212, Persaudaraan 212, Brigade 212 bahkan minimarket 212. Kenapa bisa terpecah? Karena ketika dibawa ke gerakan politik, maka mereka akan kembali ke habitatnya masing-masing," ujarnya.

"Sebab, aksi 212 itu pesertanya lintas parpol dan ormas yang dipicu oleh isu agama, termasuk kader PPP juga banyak yang tergabung dalam aksi 212," tegas dia.

Awiek lalu bicara soal kemungkinan pertemuan itu menjadi titik konsolidasi umat. Awiek meragukannya.

"Terkait apakah akan ada konsolidasi umat, kami melihatnya tidak seperti itu. Karena Pak Jokowi bertemu dengan elemen umat Islam tidak hanya melalui PA 212, tapi juga elemen-elemen lainnya bahkan langsung bertemu dengan elemen ponpes dan ulama," ucap Awiek. 

PKB Sambut Baik
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB)  H. Jazilul Fawaid menyambut baik pertemuan Presiden Jokowi dengan Persaudaraan Alumni ( PA)  212.   

 Anggota Komisi III DPR RI itu berharap dengan pertemuan tersebut, umat Islam semakin bersatu dan aktif mendukung program Nawacita pemerintahan Jokowi - JK.   

Ketua DPD RI OesmanSapta Odang (OSO) juga menyampaikan  respon positif atas pertemuan Presiden Jokowi dengan Presideum Alumni (PA) 212 , karena dinilai  merupakan petunjuk  bahwa Presiden Jokowi orang yang bermartabat, sekaligus menggambarkan  bahwa  Jokowi   memang dekat dengan semua lapisan masyarakat.

Menurut Ketum Hanura itu, seorang presiden yang mendekati semua lapisan masyarakat termasuk organisiasi resmi ataupun organisasi yang dianggap tak resmi  merupakan kewajiban kepala negara untuk mendekati semua unsur masyarakat. (detikcom/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Qualcomm Hadirkan Chipset Canggih untuk Ponsel Mid-Range
Sensor Sidik Jari dalam Layar Smartphone Apakah Bakal Populer?
Fakta-fakta Tentang Media Sosial yang Jarang Anda Ketahui
Indonesia Butuh Internet 5G untuk Industry 4.0
Bus Tanpa Sopir Bakal Mondar-mandir di GBK Selama Asian Games 2018
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU