Home  / 
Menaker: Perpres Tak Bebaskan TKA Masuk, Hanya Mempermudah Izin
Kamis, 26 April 2018 | 16:46:31
Jakarta (SIB) -Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20/2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) bertujuan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan.

"Kenapa harus ada perbaikan aturan, tujuan utama tidak lain tidak bukan penciptaan lapangan kerja, jadi bagaimana kita meningkatkan lapangan kerja yang ada di Indonesia," ujar Hanif dalam diskusi 'Perpres 20/2018: Kepastian Izin TKA dan Perbaikan Iklim Investasi di Indonesia', di Kementerian Kominfo, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (23/4).

Hanif menjelaskan terdapat perubahan dalam perizinan TKA di Perpres itu. Menurutnya, dalam aturan terbaru, prosedur mekanisne perizinan menjadi lebih cepat.

"Dari sisi konten perubahan, yang lebih banyak diperbaiki di sini adalah memastikan agar gampangnya, kalau izin bisa keluar sehari kenapa harus nunggu seminggu atau sebulan?" ujar Hanif.

Namun, menurut Hanif, lebih mudahnya proses perizinan TKA tidak melonggarkan syarat masuk TKA di Indonesia. Salah satu syaratnya tetap pada pendidikan, jabatan tertentu, hingga waktu kerja tertentu.

"Syarat kualitatif tetap ada, misalnya TKA yang masuk harus dari sisi pendidikan, cuma boleh jabatan tertentu, tidak boleh bayar dana kompensasi, dan waktu kerja tertentu, jadi ada ada syarat kualitatif," tutur Hanif.

Hanif menegaskan Perpres ini tidak membebaskan TKA masuk ke Indonesia. Peraturan ini hanya diperuntukkan untuk mempermudah izin masuk.

"Sekali lagi Perpres ini tidak membebaskan TKA hanya menyederhanakan sisi prosedurnya, dan sisi birokrasi, memudahkan, hanya di situ, sehingga lebih cepat dan efisien dan meningkatkan daya saing kita," kata Hanif.

Dengan adanya Perpres ini, Hanif memastikan jumlah TKA di Indonesia tidak akan bertambah. TKA yang masuk akan tetap ditolak bila tidak sesuai dengan prosedur yang ditentukan.

"Dengan Perpres baru, jumlah TKA tidak akan bertambah, hanya mempermudah izin. TKA tetap akan ditolak kalau tidak sesuai prosedur," ujar Hanif. (detikcom/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Qualcomm Hadirkan Chipset Canggih untuk Ponsel Mid-Range
Sensor Sidik Jari dalam Layar Smartphone Apakah Bakal Populer?
Fakta-fakta Tentang Media Sosial yang Jarang Anda Ketahui
Indonesia Butuh Internet 5G untuk Industry 4.0
Bus Tanpa Sopir Bakal Mondar-mandir di GBK Selama Asian Games 2018
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU