Home  / 
Kemenpora Sampaikan Tantangan Pemuda di Konferensi Azerbaijan
Senin, 16 April 2018 | 15:42:22
Jakarta (SIB)- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Sholeh menegaskan bahwa masa depan perdamaian dunia sangat ditentukan pada sejauh mana bangunan kebersamaan dan kesepahaman di kalangan pemuda.

Berdasarkan data yang diterima media di Jakarta, Sabtu, pernyataan tersebut disampaikan Niam saat memberi sambutan pada acara Konferensi Kepemudaan Internasional III yang diselenggarakan oleh The Conference on Interaction and Confidence Building Measures in Asia (CICA) di Baku Azerbaijan, Jumat (13/4).

"Konsekwensi dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, maka batas negara menjadi sangat tipis. Komunikasi antar budaya lebih muda. Pertukaran informasi dan budaya begitu cepat, lintas batas negara. Ini harus diantisipasi secara cerdas dengan membangun kesepahaman dan kolaborasi. 

Masa depan perdamaian dunia akan sangat ditentukan dengan peran generasi mudanya. Karenanya ini harus menjadi komitmen kita bersama," katanya.

Niam juga menjelaskan, Indonesia adalah negara terbesar di kawasan Asia Tenggara, memiliki jumlah angkatan muda yang sangat besar, ada 62 juta pemuda dalam rentang usia 16-30, 24 persen dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 256 juta jiwa.

"Karenanya, ini tantangan sekaligus peluang bagi kami. Kami memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pengembangan kepemudaan untuk berkontribusi dalam perdamaian, peradaban dan kesejahteraan. Untuk itu, forum kerjasama dan kolaborasi seperti ini menjadi sangat strategis," jelasnya di hadapan 65 delegasi dari 20 negara.

Dalam upaya untuk membangun kolaborasi dan kesepahaman, jelas Niam, di kawasan ASEAN, Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN SOMY (Senior Official Meeting of Youth) pada 2-5 Mei 2018. "Salah satu event pendukungnya adalah International Youth Expo. Kami senang jika rekan-rekan bisa hadir mengikuti event tersebut," ujar Niam yang juga sebagai Chairman ASEAN SOMY.

Konferensi tersebut dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Azebaijan. Acara dipandu dan diorganisakan oleh Sekretariat CICA yang kantor pusatnya di Astana, Kazakhstan.

Dalam konferensi tersebut juga mendiskusikan pentingnya partisipasi pemuda dalam mendorong event-event internasional di berbagai bidang untuk membangun kolaborasi dan interaksi serta kepercayaan diri dalam membangun kebersamaan di Asia.

Ada dua sesi pleno yang dibahas dan didalami dalam pertemuan tersebut, pertama terkait dengan peran pemuda dalam upaya melaksanakan berbagai event internasional. Kedua, peran kaun muda dalam pertemuan untuk mewujudkan tujuan SDGs pada 2030.

Terkait dengan kegiatan internasional lainnya yang melibatkan pemuda adalah pelaksanaan olahraga otomotif yaitu Formula 1.

"Akhir bulan ini akan dilaksanakan Azerbaijan Grand Prix F1, pelaksananya murni anak-anak muda. Ini butuh komitmen", tegas Farhad Hajiyev, Deputi Menteri Pemuda Azerbaijan dalam keterangan resminya. (Ant/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jokowi: Korupsi Hingga Perang Dagang AS-China Jadi Ancaman Kita
Kejaksaan dan Pengadilan di Gunungsitoli Dipimpin “Srikandi” Cantik
Ketua Soksi Sumut Kaget Ngogesa Sitepu Dicopot
Jaksa Agung : Aset First Travel Dirampas Negara Merupakan Kesalahan
Dugaan Perjalanan Fiktif di Kesbangpol Sumut, Pj Gubsu Perintahkan Inspektorat Lakukan Pengecekan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU