Home  / 
JK Ingatkan Pentingnya Perdamaian dan Perbaikan Sosial di ASEAN
Jumat, 23 Maret 2018 | 18:47:50
SIB/Stewapres.id
WAPRES : Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka kegiatan The 7Th Southeast Asian Studies Symposium 2018 di kampus UI Salemba, Kamis (22/3).
Jakarta (SIB) -Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Indonesia memiliki peran penting untuk ASEAN. Menurut JK yang terpenting untuk ASEAN saat ini adalah menjaga perdamaian dan meningkatkan perbaikan sosial.

"Karena ini Asean berperan aktif, sekretariatnya aja di Jakarta. Yang paling penting pertama menjaga perdamaian, menjaga hubungan perbaikan sosial, semuanya ada di ASEAN, persektor-sektor itu di Indonesia tentu banyak," kata JK saat menghadiri pembukaan Simposium Southeast Asian Studies di Fakultas Kedokteran UI, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (22/3).

Sebelumnya JK menyebut 40 persen penduduk ASEAN ada di Indonesia. Indonesia memiliki peran besar untuk kepentingan ASEAN. JK memandang ASEAN berbeda dengan komunitas negara lainnya seperti Uni Eropa.

"Oleh karena itu, ASEAN lebih longgar dibanding banyak (komunitas) negara lain, tetapi lebih memperlihatkan kesatuan walaupun semua keputusan harus consensus. Artinya adalah harus aklamasi dulu, baru terjadi keputusan," ujar JK.

Menurut JK ASEAN juga berbeda dengan kawasan Asia Timur dan Asia Selatan yang banyak terjadi masalah antar wilayah. Namun di ASEAN banyak terjadi konflik internal di masing-masing negaranya.

"Di Filipina khususnya di selatan, di Thailand Selatan, juga di Rohingya di Myanmar. Konflik-konflik itu kayaknya sulit diselesaikan secara bersama di ASEAN, walaupun selalu bertujuan daripada (ASEAN) ini ialah bagaimana memberikan sumbangsih ke depannya kepada wilayah ini," ungkapnya.

"Namun Indonesia juga mempunyai peran yang besar dalam masa lalu, bagaimana Indonesia turut serta mendamaikan Kamboja melalui pertemuan di Jakarta, Mindanao juga pertemuannya di Jakarta. Semua itu memberikan peran Indonesia," imbuhnya.

JK juga mengatakan penting untuk mempersatukan ASEAN yang memiliki banyak keunikan, salah satunya ada 8 bahasa. ASEAN harus dipersatukan untuk menghadapi ancaman keamanan.

"Oleh karena itu seperti apa yang terjadi di Laut Cina Selatan, itu juga menjadi tantangan. Apalagi menghadapi Laut Cina Selatan, ASEAN tidak ada consensus, sudah dicapai consensus itu. Sudah disiapin nama, Filipina berbeda dengan yang lainnya, walaupun Filipina sudah berubah lagi untuk berpihak kepada China," jelas JK.

Selain itu yang perlu dihadapi ASEAN adalah terorisme dan pemberantasan terorisme. ASEAN juga dikatakan JK harus meningkatkan ekonomi untuk bersaing dengan negara sekitarnya.

"Jadi apabila kita bicara ASEAN tentu bagaimana upaya bersama ini kita tingkatkan upayanya, menjawab security dan kesamaan dalam menghadapi masalah-masalah di ASEAN ini, dan juga hubungannya dengan region-region yang lain," tutur dia.

ASEAN selalu mempunyai hubungan khusus dengan negara-negara lain seperti Cina, Korea, Jepang, India, hingga Amerika. "Itu artinya adalah ASEAN ingin menghadapi pandangan-pandangan itu sebagai suatu kesatuan untuk menjaga kepentingan bersama di ASEAN," ucap JK. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jokowi: Korupsi Hingga Perang Dagang AS-China Jadi Ancaman Kita
Kejaksaan dan Pengadilan di Gunungsitoli Dipimpin “Srikandi” Cantik
Ketua Soksi Sumut Kaget Ngogesa Sitepu Dicopot
Jaksa Agung : Aset First Travel Dirampas Negara Merupakan Kesalahan
Dugaan Perjalanan Fiktif di Kesbangpol Sumut, Pj Gubsu Perintahkan Inspektorat Lakukan Pengecekan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU