Home  / 
Jokowi Lapor Gratifikasi Rp 58 M, KPK: Keteladanan Presiden Luar Biasa
Selasa, 13 Maret 2018 | 17:40:59
Jakarta (SIB) -Presiden Joko Widodo rajin melaporkan gratifikasi ke KPK. Sepanjang 2017, gratifikasi yang dilaporkan Jokowi mencapai Rp 58 miliar.

Hal itu disampaikan Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Dia mengatakan KPK mengapresiasi upaya Jokowi yang melaporkan benda pemberian orang lain.

"Kami sangat apresiasi karena Presiden memberi keteladanan yang luar biasa dan di akhir tahun kemarin kita memberi penghargaan sebagai pelapor gratifikasi dengan nilai terbesar. Bapak Presiden pada tahun lalu melaporkan Rp 58 miliar," ujar Giri di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (12/3).

Sejumlah barang yang dilaporkan Jokowi di antaranya piringan hitam atau vinil Metallica dan dua kuda Sandalwood, yang diberikan warga Sumba, NTT.

Khusus vinil Metallica yang didapat dari PM Denmark Lars Lokke Rasmussen, Jokowi telah membelinya kembali. Jokowi mengganti vinil itu seharga Rp 11 juta.

"Pemberian berupa barang deluxe box set Metallica judul 'Master of Puppets' telah dilaporkan kepada KPK pada tanggal 7 Desember 2017 dan telah ditetapkan menjadi milik negara melalui SK Nomor 219 Tahun 2018. Uang pengganti barang berupa deluxe box set Metallica judul 'Master of Puppets' senilai Rp 11.079.019 telah diterima KPK," ujar Giri, Selasa (20/2).

Dititip di Istana Bogor
Sementara itu dua kuda jantan Sandalwood yang diterima Presiden Joko Widodo kini dititipkan di Istana Bogor, Jawa Barat.

"Bulan Juli 2017 Pak Presiden menerima dua ekor kuda di Sumbawa dan 11 Oktober telah ditelaah oleh KPK dan dijadikan barang milik negara. Pemeliharaannya di luar KPK jadi kuda itu tetap di sini. Dititipkan istilahnya karena barang milik negara," ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin di Istana Bogor, Jawa Barat.

Sementara itu. Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono mengatakan KPK belum memiliki fasilitas untuk memelihara hewan yang dilaporkan gratifikasi. Sebab itu, dua ekor yang dilaporkan Jokowi dititipkan di Istana Bogor.

"Kita hari ini sudah menyerahkan dua kuda Sandalwood yang dilaporkan Pak Presiden dan sudah kita tetapkan sebagai SK pada 11 Oktober 2017 karena kita butuh waktu. Karena ini binatang hidup kemudian KPK belum punya fasilitas untuk mengelola barang semacam ini maka sementara kita titipkan di Istana," ujar Giri di Istana Bogor.

Giri berharap, dengan dititipkannya dua kuda tersebut di Istana Bogor dapat menjadi edukasi masyarakat, khususnya soal barang yang diterima oleh pejabat negara.

"Pada hari ini secara resmi saya bersama Kemenkeu yang diwakili oleh Ditjen Kekayaan Negara menyerahkan kuda ini ke negara agar bisa digunakan untuk pembelajaran disini bahwa gratifikasi dilaporkan bahwa tak hanya barang mati tapi juga hidup," lanjutnya.

Selain kuda, KPK juga menyerahkan sejumlah barang yang ditaruh dalam enam kotak. Benda tersebut nantinya akan ditaruh di Museum Kepresidenan Balai Kirti, kompleks Istana Bogor.

"Ada 6 box yang lumayan besar ada permintaan pemberi tidak dipublikaskkan. Namun demikian nilainya Rp 58 miliar ada 6 box di sana. Ini penting bagi kita semua bahwa hadiah terkait jabatan dilarang oleh KPK. Walaupun tidak diminta, walaupun tidak mempengaruhi. Karena kalau itu mempengaruhi keputusan pidananya suap," jelas Girri. (detikcom/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Melamar Wanita yang Sama, 2 Pria Berkelahi di Tempat Umum
Suami Palsukan Kematian, Istri dan Anak Bunuh Diri
Demi Sembuhkan Anak, Orangtua Beli Pulau Rp 2,2 Miliar
Lumpuh Setelah Jatuh dari Ranjang Saat Bercinta
Demi Balas Budi, Seorang Pria Bangun Vila Rp7 Miliar Buat Anjingnya
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU