Home  / 
Polres Bogor Periksa 11 Saksi Terkait Kematian Pendiri Matahari Group
Selasa, 13 Maret 2018 | 17:40:16
Bogor (SIB) -Polres Bogor masih menyelidiki kematian pendiri Matahari Group, Hari Darmawan, yang ditemukan tewas di Sungai Ciliwung, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Sampai saat ini, sudah 11 saksi yang dimintai keterangan oleh penyidik Polres Bogor terkait kematian Hari Darmawan.

"Kita sudah melaksanakan pemeriksaan terhadap 11 saksi, melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap fisik korban. Sebelas saksi itu termasuk sopir pribadi almarhum, namanya Oking, dan orang-orang di sekitar vila, lingkungan. Kalau keluarga belum diperiksa," kata Kapolres Bogor AKBP Andi Muhamad Dicky kepada wartawan, Senin (12/3).

Dari penyelidikan yang telah dilakukan, Polres Bogor menduga Hari meninggal karena kecelakaan.

"Sementara kita sampaikan bahwa Hari meninggal karena terjatuh ke Sungai Ciliwung saat ia berada di vila pribadinya dan tidak ada jejak-jejak kekerasan," kata Dicky.

Dicky menyebut, dari hasil olah TKP, ditemukan jejak telapak kaki di tangga dan teras bawah vila Hari Darmawan. Namun diduga, jejak tersebut merupakan jejak kaki Hari Darmawan ketika mendekati bibir Sungai Ciliwung.

"Kalau (hasil) visum, adanya luka memar dan luka goresan itu lebih cenderung diakibatkan benturan dengan batu dan kerikil (ketika terhanyut)," tambah Dicky.

Namun Dicky menyebut penyelidikan masih berjalan karena tidak ada saksi yang melihat langsung ketika Hari Darmawan terjatuh ke Sungai Ciliwung. "Penyelidikan ini masih berjalan. Karena tidak ada yang melihat langsung kejadiannya. Total 11 saksi, nanti kita kumpulkan lagi, kita rekonstruksi lagi," katanya.

Sebelum ditemukan tewas, Hari diketahui sempat makan malam bersama lima orang, yang terdiri atas staf dan sopir pribadinya di restoran di kawasan Puncak, Bogor, sekitar pukul 19.00 WIB.

"Kemudian pukul 19.30 WIB selesai dari Pizza Hut, beliau bersama sopir ke vila. Sampai di sana, ia masuk dan sempat melihat-lihat ruangan. Sementara sopir di luar vila, mobil juga diparkir di parkiran vila sebelahnya, karena di vila itu tidak masuk mobil," kata Dicky.

Sekitar pukul 21.25 WIB, Hari Darmawan memanggil sopir pribadinya dan meminta dibawakan air minum. "5 menit kemudian, ketika sopir pribadi Hari Darmawan datang untuk membawakan air, almarhum sudah tidak ada," kata Dicky.

Saat itu, sopir pribadi Hari Darmawan sempat menyisir vila untuk mencari majikannya itu. Karena tidak juga menemukan Hari, Oking kemudian menghubungi pihak keamanan untuk membantu melakukan pencarian.

"Diperiksa, tidak ada. Kemudian panggil SAR, tapi tidak dilakukan penyisiran karena arus sedang deras, kemudian ditunda dan dicari kembali pagi hari dan almarhum ditemukan 100 meter dari vila, tersangkut di batu," terang Dicky. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Minum Air Kelapa Bisa Ganti Cairan Tubuh Natural
5 Cara Menangkal Tekanan Darah Tinggi Tanpa Obat-obatan
Sinta Nuriyah Wahid Tak Henti Perjuangkan Hak Perempuan dan Keberagaman
Perempuan Lebih Rentan Diperalat dalam Aksi Terorisme
Pria Ini Bawa Pacarnya Keliling China Pakai Becak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU