Home  / 
Gelar Sarasehan Nasional, PPI Dunia Bahas Indonesia Emas 2045
Selasa, 13 Maret 2018 | 17:39:28
Jakarta (SIB) -Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Dunia menggelar Sarasehan Nasional 2018. Koordinator PPI Dunia, Pandu Utama Manggala, berharap agar acara ini dapat menjadi ajang bertukar ide bagi para cendekiawan muda untuk membangun Indonesia.

"Sebagai sebuah negara yang diramalkan akan menjadi salah satu kekuatan global di masa depan, Indonesia perlu mendayagunakan potensinya untuk mewujudkan agenda-agenda dan komitmen pembangunan, 2045 tinggal 27 tahun lagi, dan sudah saatnya pemuda merumuskan strategi mencapai visi tersebut," kata Pandu dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/3).

Sarasehan ini digelar pada Sabtu (10/3) di Plaza Insan Berprestasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Acara ini digelar dengan mengangkat tema 'Peran Cendekiawan dalam Pembangunan menuju Indonesia 2045'.

Sarasehan ini dibuat untuk menghimpun ide-ide konstruktif dari seluruh pelajar Indonesia. Diskusi dibagi dalam empat sesi yang terdiri dari sub-topik pilihan Kontribusi Aktif Pemuda, Akselerasi Indonesia Pintar, Langkah menuju Ekonomi Mandiri dan Pembangunan Infrastruktur, serta Indonesia Sehat 2045.

Gubernur DKI, Anies Baswedan turut hadir sebagai tamu kehormatan pada sesi pembukaan. Dalam sambutannya, Anies menekankan pemuda yang harus terus meneruskan tradisi penggerak dan memiliki mimpi yang tinggi untuk diri pribadi dan bangsa.

Anies juga mengingatkan agar para pelajar yang tengah menempuh studi di luar negeri, dapat meluaskan pergaulan dengan berbagai pihak dan bangsa serta menjadi duta-duta Indonesia.

Pembicara lain yang hadir dalam sarasehan ini ialah founder Foreign Policy Community of Indonesia Dino Patti Djalal, Kepala Biro PKLN Kemdikbud Suharti, Ketua Mata Garuda Danang Rizki Ginanjar, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Prof. Ilham Oetama Marsis, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Sejak didirikan pertama kali di Australia pada 2007, PPI Dunia kini telah berkembang menjadi organisasi pelajar yang kerap menginisiasi program-program yang kontributif untuk bangsa.

Ketua Panitia Sarasehan Nasional Michael Siagian mengatakan acara ini merupakan kegiatan akbar pertama di Indonesia untuk semakin meningkatkan jejaring PPI Dunia dengan stakeholders terkait di Indonesia. Selain itu untuk semakin menarik minat pelajar Indonesia untuk dapat memiliki mimpi meneruskan studi di luar negeri dan menjadi cendekiawan muda yang dapat membangun bangsa. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ratusan Guru Honorer Unjuk Rasa di Kantor Bupati Batubara Tuntut Diangkat Jadi PNS
LSM KLiK : DPRD Tebingtinggi Diminta Panggil Pihak Terkait
Aliansi Mahasiswa Aksi Damai di Polres Asahan Tolak Deklarasi Tagar 2019 Ganti Presiden
10 Tahun Irigasi Gunung Karo Rusak, 600 Ha Persawahan Kekeringan
Januari-September 2018, Penderita HIV di Karo Bertambah 71 Orang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU