Home  / 
Ratusan Hektare Lahan Terbakar, Pemprov Riau Tetapkan Siaga Darurat
* Menteri LHK: Waspadai 92 Titik Api di Kalbar, Kalteng dan Riau
Selasa, 20 Februari 2018 | 21:33:29
SIB/Ant/Rony Muharrman
MULAI DISELIMUTI KABUT ASAP: Suasana kota Pekanbaru terlihat mulai diselimuti kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah di Riau, Senin (19/2). Kabut asap yang mulai menyelimuti Pekanbaru dan sekitarnya belum berdampak pada jadwal penerbangan.
Pekanbaru (SIB) -Hasil rapat lintas instanasi, Pemprov Riau akhirnya menetapkan status siaga darurat terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Penetapan ini setelah kasus Karhutla kian meluas.

Rapat koordinasi dilaksanakan di Kantor Gubernur Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Senin (19/2). Hadir dalam rapat koordinasi ini, Plt Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim, BPBD Riau, perwakilan Korem 031 Wira Bima, perwakilan Polda Riau, Lanud Roesmin Nurjadi, PT Riau Andalan Pulp and Paper, PT Indah Kiat Pulp and Paper.

"Penetapan siaga darurat Karhutla sebagai bentuk antisipasi agar kebakaran yang terjadi saat ini tidak semakin meluas," kata Kepala BPBD Riau Edwar Sanger.

Edwar menjelaskan, dengan penetapan siaga darurat, maka Pemprov Riau juga melayangkan surat pemberitahuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Hari ini surat dipersiapkan untuk BNPB. Besok saya langsung membawa surat siaga darurat ke BNPB," kata Edwar.

Menurut Edwar, Satgas Karhutla juga dibentuk untuk menangani Karhutla ini. Susunannya, Komandan Satgas Karhutla dipimpin Komandan Korem Wira Bima, Wakil Polda Riau, BPBD Riau, dan Komandan Satgas Udara, dan Komandan Lanud Roesmin Nurjadin.

"Penetapan siaga darurat ini terhitung 19 Februari dan berakhir pada 31 Mei," kata Edwar.

Edwar menambahkan pihaknya akan meminta bantua heli ke BNPB. Bantuan heli ini untuk melakukan water bombing, pemantauan udara, dan melakukan modifikasi cuaca (TMC).

"Siaga darurat ini kita tetapkan untuk mencegah agar kebakaran tidak semakin meluas. Dalam catatan kita ratusan hektare lahan di Riau terbakar," kata Edwar.

Waspadai 92 Titik Api
Terpisah, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mewaspadai 92 titik api yang berpotensi menyebabkan kebakaran lahan tahun ini. Titik api itu disebutnya berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Riau.

"Sebenarnya sih saya justru ingin tetap waspada walau sudah berkurang jauh di 2017, dari 2015. Pagi ini saya sudah komunikasi dengan Gubernur Kalbar (Kalimantan Barat) dan Kalteng (Kalimantan Tengah)," ujar Siti di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

"Karena hari ini ada peluang titik api 60 persen, itu ada 92 hotspot, kebanyakan ada di Kalbar dan Kalteng, sebagian di Riau. Saya sudah dari Riau kemarin hari Jumat (16/2), jadi sudah saya cek langsung," imbuh Siti.

Menurut Siti, yang paling penting adalah koordinasi di lapangan dan bagaimana satgas bekerja secara aktif. Namun, Siti menyebut memang potensi panas tahun ini akan meningkat dibandingkan tahun lalu.

"Teman-teman kami sendiri yang Manggala Agni, BPBD, dan lain-lain, saya tahu persis juga mereka kerja keras di lapangan. Tetapi kalau lihat datanya, memang ini sedikit lebih panas dari tahun lalu. Jadi harus waspada," kata Siti.

Selain itu, Siti menyebut sudah ada indikasi pembukaan lahan oleh warga sebentar lagi. Sebab, musim hujan disebut Siti juga akan berakhir.

"Karena kalau di Riau perilaku hotspot-nya biasanya akhir Februari sampai Maret itu kencang, tinggi banget. Biasanya memang orang bakar-bakar untuk bertanam. Oleh karena itu saya kira pengawasan dan patrolinya paling penting dilakukan," kata Siti.

Siti juga mengatakan upaya pencegahan pada masyarakat berupa bimbingan tentang tata kelola gambut serta membuka lahan tanpa membakar terus digencarkan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun telah memberi arahan untuk meningkatkan fungsi kepemimpinan dan kewaspadaan di setiap daerah. Peringatan Jokowi pun tegas berupa pencopotan Kapolda dan Pangdam di wilayah yang terjadi kebakaran lahan.

"Paling kalau ada kebakaran di sebelah mana, saya telepon Panglima, ganti Pangdam. Gitu juga saya telepon Kapolri, ganti Kapolda. Ini cara efektif dalam gerakan satgas di lapangan. Kalau ganti gubernur nggak bisa," tutur Jokowi dalam rapat soal Karhutla di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (6/2). (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Tim SAR Temukan 2 Titik Objek di Kedalaman 490 Meter Danau Toba
Kabar Terbaru: Posisi KM Sinar Bangun Berhasil Diidentifikasi
Pemerkosa Turis Prancis di Labuan Bajo Terancam 12 Tahun Penjara
Golok Menancap di Dada, Dadan Tewas Diduga Dibunuh
Saat Silaturahmi, Pencuri di Rumah Kosong Dibekuk
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU