Home  / 
Salim Said: Jangan Tiru Orba Agar Tak Ada Korban Seperti AM Fatwa
Rabu, 14 Februari 2018 | 16:50:08
Jakarta (SIB) -Ketika sedang menyampaikan khotbah Id, tiba-tiba seorang petugas dari Koramil atau Babinsa menarik paksa Andi Mappetahang (AM) Fatwa dari mimbar, lalu memukulinya bertubi-tubi. Belakangan diketahui, itu bukan kekerasan yang pertama dan terakhir yang harus dialami Fatwa.

Profesor Salim Said mengungkapkan kesaksian tersebut dalam acara mengenang almarhum AM Fatwa di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/2) malam. Acara digelar oleh keluarga yang dimotori Dian Islamiati, salah satu anak Fatwa dan difasilitasi oleh Gubernur Anies R. Baswedan.

AM Fatwa lahir di Bone, 12 Februari 1939 dan wafat pada 14 Desember 2017. Dia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. "Tapi buat saya, orang ini mestinya sudah lama mati karena sudah menjalani berbagai siksaan yang luar biasa di era Orde Baru. Cuma Allah yang menahannya tetap hidup," kata Salim.

Kepadanya, almarhum Fatwa pernah bercerita bagaimana tenaga kesehatan yang merawatnya sengaja menggunakan jarum suntik yang tak bersih untuk memasukkan obat ke tubuhnya. "Fatwa membayar sangat mahal perjuangannya. Sekarang kalau ada yang teriak mau berjuang, berani tidak menghadapi penderitaan seperti dia?," kata Salim.

Akibat berbagai siksaan yang dialaminya, dia melanjutkan, Fatwa tak cuma mengalami gegar otak tapi juga kerusakan pada organ tubuhnya yang lain. Karena itu dia berharap setiap pemerintahan berkaca dari keburukan Orde Baru agar tak ada korban-korban lain seperti AM Fatwa.

Guru besar ilmu politik dan pertahanan yang mengajar di banyak perguruan tinggi itu memuji Fatwa sebagai sosok sosok yang lembut, baik hati dan enak diajak berbicara. Sebagai aktivis dia juga bersedia mendengar pendapat orang lain sehingga tak merasa benar sendiri. Sikap ini sulit ditemui pada diri para aktivis lainnya. "Itu yang mengubah cara pandang saya tentang aktivis dan itu salah satu yang patut diteladani para aktivis dari sosok Fatwa," kata Salim.

Selain Salim Said, turut menyampaikan testimoni antara lain mantan Ketua MPR Amien Rais, mantan Menteri Pendidikan Wardiman Djojonegoro, politisi senior Sabam Sirait dan tokoh Timor Leste, Xanana Gusmao melalui pernyataan tertulis yang disampaikan Duta Besar Carlos Alberto. (detikcom/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Tim Pesparani Sumut Aransir Ulang Lagu Kebangsaan Bergenre Gregorian
Axis Rilis Konten Fokus Games dan Musik
Ikut Asian Games 2018, India Tayangkan Film Raih Emas Olimpiade 1948 di London
Dihantam Badai, Backstreet Boys Batalkan Konser
Comunity of Cyclist Sidikalang Gelar Sepeda Santai
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU