Home  / 
Kapolri: Indonesia Jadi Market Point Bandar Narkoba
Selasa, 13 Februari 2018 | 18:16:02
SIB/Agung Pambudhy/detikcom
Kapolri Jenderal Tito Karnavian
Jakarta (SIB) -Tim Satgas Khusus Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya kembali menorehkan keberhasilan dalam mengungkap 240 Kg sabu jaringan Malaysia.
Pengungkapan ini patut mendapat acungan jempol, tetapi di sisi lain menunjukkan ironi bahwa Indonesia menjadi sasaran pasar jaringan narkotika internasional.

"Pengungkapan ini menunjukkan di samping keberhasilan kita meningkat, (juga) menunjukkan juga bahwa Indonesia betul-betul menjadi market point, jadi destination (tujuan jaringan narkotika) bukan hanya transit point," kata Kapolri Jenderal HM Tito Karnavian kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/2).

Meningkatnya kelas menengah di Indonesia, dinilai menjadi salah satu faktor masih tingginya angka peredaran narkotika di Indonesia. Di sisi lain, Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari pulau-pulau memudahkan jaringan untuk mengirimkan narkotika.

"Dan mungkin longgarnya wilayah kita mereka bisa masuk melalui laut, juga melalui udara, sehingga ini barang-barang bisa masuk ke Indonesia," tuturnya.

Kapolri menyampaikan apresiasinya kepada tim yang berhasil mengungkap penyelundupan sabu via mesin cuci ini. Tetapi di sisi lain ia juga prihatin.

"Bahwa kita menjadi daerah tujuan dan ini bisa membahayakan generasi muda kita, bangsa kita," ucapnya.

Jaringan 240 Kg sabu dari Malaysia ini berhasil diungkap tim Satgas Khusus Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kombes Pol Herry Heryawan dan Kombes Pol Suwondo Nainggolan, berkat kerja sama dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Dalam kasus ini, tim menangkap tiga tersangka yakni Joni alias Marvin Tandiono, Andi alias Aket, Indrawan alias Alun (narapidana di LP), juga WN Malaysia yang menjadi bandar yakni Lim Toh Hing yang ditembak mati.

Tito menegaskan, pihaknya akan terus mengintensifkan memberantas narkoba secara komprehensif. Pihaknya akan meningkatkan kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea-Cukai, dan TNI dalam mengungkap kasus ini.

Jadi Problem di Dunia
Bisnis narkotika menjadi bisnis yang sangat menggiurkan. Maraknya peredaran narkotika tidak hanya menjadi masalah bagi Indonesia, akan tetapi di negara maju lainnya di seluruh belahan dunia.

"Narkotika ini bisnis besar, di Amerika juga jadi problem, di Eropa menjadi problem, di semua belahan dunia jadi problem," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Jaringan narkotika seakan tidak berhenti, meski para pelaku yang terlibat menyadari risiko yang sangat tinggi.

"Kenapa bisnis narkoba ini bisnis yang menggiurkan crime does pay, jadi kejahatan narkotika dianggap menguntungkan dibanding risikonya," tutur Tito.

Berbagai cara dilakukan jaringan untuk menyelundupkan narkotika ke Indonesia. Sejumlah modus mulai dari menggunakan barang-barang tertentu hingga modus body wraping sampai ditelan (swallow) pun dilakukan para pelaku.

"Mereka kembangkan modus operandi baru untuk mengelabui petugas. Kita lihat mulai tadinya di dalam tas, dimakan dalam perut banyak terungkap. Mereka cari modus baru, sekarang mesin cuci--ini modus baru--dianggapnya cuma mesin cuci lewat custom, dikelabui," imbuhnya.

Selain kejelian petugas, Polri akan mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi masuknya narkotika. Salah satunya dengan menyiagakan anjing pelacak.

"Termasuk anjing yang khusus untuk melacak narkotik dan tidak menutup kemungkinan mereka berusaha mengelabui aparat petugas hukum mulai dari kepolisian, Bea-Cukai dan instansi lain karena ini bisnis besar," tambahnya.

Seperti yang dilakukan jaringan tersangka Lim Toh Hing, WN Malaysia yang akhirnya ditembak mati polisi. Jaringan Hing diketahui sudah 6 kali menyelundupkan narkotika ke Indonesia.

Tiga kali di antaranya berhasil digagalkan. Dua kali digagalkan oleh aparat Polres Metro Jakarta Utara, denfan barang bukti terakhir 2 Kg sabu dan uang tunai Rp 2,7 miliar.

Terakhir, pada 7 Februari 2018, jaringan Hing juga kembali menyelundupkan 240 Kg sabu dalam mesin cuci. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Polres Deliserdang Tangkap Begal Mengaku Polisi
Pengedar Sabu Dibekuk di Pematangsiantar
Polsek Sunggal Tangkap Penjual Togel
Satres Narkoba Polrestabes Medan Ringkus Pria dan Wanita Pemilik Sabu
Seorang Driver Go Car Ditikam Temannya Mobil Korban Dilarikan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU