Home  / 
Dua Menteri Hadiri Pembukaan Sidang Majelis GKPS
Kamis, 18 Januari 2018 | 16:44:28
SIB/Victor Ambarita
DIULOSI: Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita setelah diulosi dalam pembukaan Sidang Majelis Pendeta Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) yang digelar di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Rabu Malam (17/1).
Jakarta (SIB)  -Pertama kalinya dua menteri menghadiri pembukaan Sidang Majelis Pendeta Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) yang digelar di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Rabu (17/1).

Kedua menteri yang hadir adalah Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Yasonna didaulat memberikan keynote speaker dan sekaligus memukul gong sebagai tanda dibukanya Sidang Majelis GKPS yang berlangsung dari tanggal 17-20 Januari. Sementara Enggartiasto memberikan kata sambutan.

"Pertama kalinya dalam acara Sidang Majelis GKPS dihadiri dua menteri sekaligus. Saya percaya dengan kehadiran kedua menteri akan memberikan nuansa yang luar biasa," kata Ephorus GKPS, Pdt M Rumanja Purba membuka sambutannya.

Lebih lanjut Rumanja berpesan agar seluruh peserta sidang dapat mengikuti jalannya sidang dengan baik dan penuh sukacita untuk mendapatkan pengalaman dan wawasan baru, dan membawa pulang pengalaman berharga, serta membagikan kepada seluruh jemaat di daerahnya masing-masing.

"Semuanya demi pertumbuhan iman yang lebih baik dan hanya nama Tuhan yang dimuliakan," pungkas dia.

Sementara Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dalam keynote speech-nya, mengatakan jika bangsa ini hanya melihat perbedaan maka akan jadi kacau.
Namun jika melihat kebersamaan maka akan bisa bersatu.

"Dan kebersamaan yang mengikat kita adalah ideologi Pancasila. Itulah ideologi yang mengikat bangsa ini, mari kita yang share untuk bisa dijadikan paduan berbangsa dan bernegara. Kepada para pendeta juga mari suarakan bahwa bangsa ini milik kita bersama," tegas dia.

Sedangkan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, menyampaikan agar warga gereja jangan tabu berpolitik.

"Pernah di sebuah daerah, ada gereja di sana tabu berbicara politik. Namun ketika yang jadi (anggota dewan) adalah orang yang tidak mereka inginkan, baru mereka mau bicara politik," tegas dia, "Sudah telat lah bicaranya."

Praeses GKPS Distrik VII, Pdt Jameldin Sipayung STh MA, mengharapkan agar di tengah kondisi saat ini yang terlalu mendorong kebebasan, Sidang Majelis Pendeta GKPS sebagai suatu permusyawaratan pendeta untuk memberikan pertimbangan teologis tentang pelaksanaan tugas dan tanggung jawab gereja agar dapat menambah motivasi para pendeta di GKPS untuk mendorong peningkatan kualitas penata layanan.

Ketua panitia Jhan Khandi Saragih, menambahkan Sidang yang dihadiri 283 pendeta dari seluruh Indonesia ini mengangkat tema "Diperlengkapi untuk melakukan perbuatan baik" dan subtema "Bimbinglah jemaat bermurah hati, seperti Kristus bermurah hati kepada orang miskin, yang merdeka dan tertindas. (J03/Victor/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bacaleg DPRD SU Jan Rismen Saragih Suarakan Pemekaran Kabupaten Simalungun
Kapolres Tes Urine Mendadak Personil Satres Narkoba Polres Simalungun
Partai Golkar Simalungun Gelar Rapat Koordinasi Atur Strategi Perolehan Suara di Pileg dan Pilpres 2019
Seratusan Pengemudi Angkutan Online Unjukrasa ke Kantor DPRD P Siantar
Kelompok Tani di Sumut Dapat Bantuan Hibah Sapi dan Kambing
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU