Home  / 
Awal Tahun, Harga Komoditas Pangan Masih Tinggi
Kamis, 18 Januari 2018 | 16:31:10
Jakarta (SIB) -Pangan merupakan salah satu kebutuhan yang mesti dipenuhi setiap orang. Namun harga-harga komoditas pangan justru masih dinilai tinggi.

Memasuki awal tahun 2018, beberapa harga pangan di Pasar Pondok Labu, misalnya dinilai masih setia bertengger di angka yang tinggi. Harga pangan tersebut terjadi pada komoditas cabai hingga kentang.

Salah satu pedagang di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, Ning mengatakan harga komoditas cabai rawit merah mengalami lonjakan sejak satu bulan terakhir dan kondisi tersebut belum mengalami penurunan.

"Harga cabai masih mahal. Ini sudah sebulan lebih belum turun (harganya)," katanya.

Ia menjelaskan untuk harga cabai keriting merah dipatok Rp 60.000/kg. Sedangkan harga cabai merah besar dijual Rp 50.000/kg dan keriting hijau dijual Rp 50 ribu/kg.

"Masih mahal semua. Harga cabai keriting merah Rp 60.000/kg. Keriting hijau Rp 50.000/kg. Masih mahal semua. Cabai merah besar sama Rp 50.000/kg," sebut Ning.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa harga cabai yang paling mahal terjadi pada cabai rawit merah. Pasalnya ia menilai harga cabai rawit merah mengalami kenaikan harga dalam waktu yang lama.

"Rawit itu yang paling mahal Rp 60.000/kg soalnya masih bertahan mahal lama," ungkapnya.

Selanjutnya harga komoditas bawang merah dan bawang putih juga masih tinggi walaupun ia nilai stabil. Pasalnya harga bawang merah dan putih masih bertahan di Rp 30.000/kg.

"Bawang merah, putih Rp 30.000/kg. Bawang mah ini stabil harganya," ungkapnya.

Harga telur ayam sudah mengalami sedikit penurunan dari Rp 25.000/kg dari Rp 27.000/kg. Penurunan harga tersebut masih terbilang sedikit dan menyebabkan harga telur terbilang tinggi.

Salah satu pedagang telur ayam di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, Hajir mengatakan bahwa harga telur ayam sudah mengalami penurunan dibandingkan beberapa waktu lalu. Kini telur ayam telah dijual dengan harga Rp 25.000/kg.

"Rp 25.000/kg. Ini sudah turun dibanding dulu," ungkap Hajir.

Sementara itu, pedagang lainnya yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa penurunan harga telur tersebut telah terjadi dalam beberapa hari terakhir ini. "Baru beberapa hari ini (penurunan harga)," jelasnya.

Harga salah satu sumber karbohidrat seperti kentang mengalami kenaikan. Harga tersebut melonjak hingga Rp 18.000/kg.

Salah satu pedagang di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, Ning mengatakan harga kentang mengalami kenaikan sebesar Rp 3.000/kg menjadi Rp 18.000/kg.
"Kentang naik Rp 18.000/kg biasanya Rp 15.000/kg," jelas Ning.

Lebih lanjut ia mengatakan kenaikan harga kentang tersebut baru terjadi beberapa hari terakhir. Namun ia tak tahu penyebab kenaikan harga komoditas tersebut.
"Baru satu-dua hari ini (kenaikan harga kentang). Nggak tahu kenapa (penyebabnya)," ungkap Ning.

Harga komoditas daging sapi dan ayam masih setia bertengger di angka yang tinggi. Untuk daging sapi dijual di kisaran Rp 120.000/kg dan daging ayam di Rp 40.000/ekor.

Salah satu pedagang di Pasar Pondok Labu, Dani mengatakan bahwa harga daging sapi lokal masih dijual dengan harga Rp 115.000/kg sampai Rp 120.000/kg. Harga tersebut belum bergerak sejak akhir tahun 2017.

"Daging sapi masih Rp 115.000/kg sampai Rp 120.000/kg. Itu daging lokal, belum ada kenaikan dari tahun lalu," jelasnya.

Sementara itu untuk daging ayam, pedagang lainnya, Jun mengatakan bahwa daging ayam dijual dengan harga Rp 40.000/ekor. Harga tersebut terbilang tinggi namun diakui stabil.

"Ayam per ekornya masih Rp 40.000. Ini stabil sih," pungkasnya.

Di tengah wacana pemerintah untuk melakukan impor beras, harga beras premium di pasaran yang masih dijual sampai Rp 17.000/kg.

Pedagang beras di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, Dewi mengatakan bahwa dirinya menjual beras jenis premium ukuran 5 kg dengan harga Rp 75.000 sampai Rp 85.000. Artinya bila dihitung per kg harganya dipatok Rp 15.000/kg sampai Rp 17.000/kg.

"Beras 5 kg Rp 75.000. Kalau yang Petruk harganya Rp 85.000/kg," terang Dewi.

Lebih lanjut, Dewi mengatakan bahwa harga tersebut mengalami cukup banyak kenaikan. Pasalnya, harga beras ukuran 5 kg dipatok Rp 70.000 sampai Rp 80.000.

"Banyak naiknya itu. Dulu jualnya Rp 70.000 kalau yang petruk Rp 80.000," tutup dia. (detikFinance/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kapolsek Siantar Marihat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas
Masih Banyak Ormas yang Belum Terdaftar di Badan Kesbangpol Simalungun
Pembentukan Pansus Hak Angket Harus Disetujui 2/3 Jumlah Suara Anggota
Tembok Penahan Tanah Berbiaya Rp 2,9 M yang Ambruk di Parbalogan Diaudit BPK
Paslon Jimmy Sihombing Sambangi Warga Desa Belang Malum Dairi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU