Home  / 
Demo di Kantor Facebook, FPI Minta Penjelasan Soal Blokir Akun
Sabtu, 13 Januari 2018 | 15:51:30
Jakarta (SIB)- Massa FPI dan sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam "Aliansi Tolak Kezholiman Facebook" demo di depan kantor Facebook, Jumat (12/1). Massa meminta penjelasan Facebook terkait pemblokiran akun yang dialami mereka.

Juru bicara FPI Slamet Maarif meminta pihak Facebook membuktikan jika pemblokiran yang dilakukan itu menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Dia merasa akun-akun FPI yang berisi soal kegiatan kemanusiaan ikut kena blokir.

"Ya harus dibuktikan. Sekarang persoalannya akhir-akhir ini ada akun kemanusiaan kami yang isinya kegiatan kemanusiaan, bagaimana kawan-kawan membantu korban banjir, membangun rumah, memberikan pengobatan itu diblokir. Apa itu meresahkan?" kata dia saat ditemui di depan kantor Facebook, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Dia juga mengatakan ada akun Gerakan Sholat Subuh yang juga ikut diblokir. Dia harap dapat berkomunikasi dengan pihak FB.

"Oleh karena itu kita ingin komunikasi dengan FB. Standarnya apa," ucap Slamet.

Slamet mengaku juga sempat melaporkan akun yang dinilainya menghina agama dan menyebar kebencian. Meski begitu dia mengaku belum mendapatkan respons dari pihak Facebook.

"FB harus menjelaskan pembiaran akun-akun penista agama dan jelaskan juga kenapa ada pemblokiran akun," ungkapnya.

Namun, karena tak ada yang dapat ditemui, perwakilan massa menitipkan surat pernyataan sikap kepada pihak pengelola gedung. Mereka meminta pihak Facebook memberikan tanggapan terkait pernyataan sikap tersebut pada Senin (15/1) nanti.

Tanggapan Facebook
Sementara itu, Facebook menanggapi protes soal pemblokiran yang disampaikan massa FPI. Pihak Facebook menyampaikan ingin agar semua penggunanya merasa aman dan nyaman menggunakan media sosial tersebut.

"Kami ingin agar semua orang yang menggunakan Facebook merasa aman dan nyaman saat mereka berbagi cerita maupun berhubungan dengan teman dan keluarganya," demikian pernyataan resmi Facebook.

Facebook menyatakan terbuka jika pengguna berdiskusi mengenai beragam topik dan gagasan serta meningkatkan kesadaran akan isu yang penting bagi masyarakat. Namun mereka menyatakan punya standar yang sudah ditetapkan untuk mencegah munculnya ujaran kebencian.

"Namun kami akan menghapus konten yang melanggar Standar Komunitas yang telah ditetapkan. Standar Komunitas kami dibuat untuk mencegah adanya organisasi atau individu yang menyerukan ujaran kebencian atau kekerasan terhadap pihak lain yang memiliki pandangan berbeda dengan mereka," terang Facebook.  (detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bacaleg DPRD SU Jan Rismen Saragih Suarakan Pemekaran Kabupaten Simalungun
Kapolres Tes Urine Mendadak Personil Satres Narkoba Polres Simalungun
Partai Golkar Simalungun Gelar Rapat Koordinasi Atur Strategi Perolehan Suara di Pileg dan Pilpres 2019
Seratusan Pengemudi Angkutan Online Unjukrasa ke Kantor DPRD P Siantar
Kelompok Tani di Sumut Dapat Bantuan Hibah Sapi dan Kambing
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU