Home  / 
Realisasi Investasi Industri Capai US$ 21,6 Miliar di 2017
Sabtu, 13 Januari 2018 | 15:41:12
Jakarta (SIB)- Pemerintah mencatat, sepanjang tahun lalu atau hingga 14 Desember 2017, komitmen investasi baru yang masuk ke Indonesia mencapai US$ 42,6 miliar dengan jumlah proyek 1.054. Capaian ini mengalami kenaikan sebesar 23,7% dibanding tahun 2016.

"Pemerintah terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif serta memberikan kemudahan berbisnis di dalam negeri agar para investor meningkatkan penanaman modalnya di Indonesia dalam membangun perekonomian nasional yang lebih inklusif dan berkualitas," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya, seperti dikutip di Jakarta, Jumat (12/1).

Sektor perindustrian berhasil memberikan kontribusi tertinggi terhadap realisasi investasi di sektor ini mencapai US$ 21,6 miliar dengan jumlah 256 proyek. Sementara itu, sektor pariwisata menyumbang sebesar US$ 17 miliar dengan 159 proyek, pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) US$ 1,2 miliar dengan 98 proyek.

Selanjutnya, sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) US$ 1,18 miliar dengan 32 proyek, perdagangan US$ 0,92 miliar dengan 427 proyek, dan pertanian US$ 0,27 miliar dengan 22 proyek, serta sektor lainnya sebesar US$ 0,43 miliar dengan 60 proyek.

Lanjut Airlangga, pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait terus bersinergi untuk meningkatkan daya saing dan daya tarik investasi di sektor industri. Di antaranya lewat penciptaan iklim usaha yang kondusif dan kepastian hukum, penggunaan teknologi terkini untuk mendorong peningkatan mutu, efisiensi dan produktivitas, serta pemberian fasilitas berupa insentif fiskal.

Selanjutnya, didukung dengan ketersediaan bahan baku, harga energi yang kompetitif, sumber daya manusia (SDM) kompeten, serta kemudahan akses pasar dan pembiayaan.

"Pertumbuhan konsumsi juga perlu dijaga dan kembali ditingkatkan agar permintaan terhadap produk-produk industri semakin meningkat," sambungnya.
Peningkatan komitmen investasi baru ini didasari Perpres Nomor 91 Tahun 2017 tentang Peraturan Percepatan Pelaksanaan Berusaha. Di samping itu juga berkat kolaborasi dua Satuan Tugas (Satgas), yaitu Satgas Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) dan Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB).

Agar pelaksanaan investasi dan kemudahan berusaha di Indonesia bisa terealisasi dengan efektif, kedua satgas tersebut mengubah seluruh proses investasi dan usaha di Indonesia menjadi online dan terintegrasi.

Airlangga menargetkan, pada tahun 2018, nilai investasi yang bisa ditarik dari 13 kawasan industri akan mencapai Rp 250,7 triliun.

"Pemerintah telah memberikan kemudahan berinvestasi di dalam kawasan industri, antara lain melalui pemberian insentif fiskal dan nonfiskal serta pembentukan satgas untuk penyediaan gas, listrik, air, SDM, lahan, tata ruang, dan lain-lain," jelasnya.

Sementara itu, proyeksi investasi di industri secara keseluruhan sektor manufaktur pada tahun ini sebanyak Rp 352 triliun.

"Dengan adanya investasi di sektor industri, tercipta lapangan kerja baru dan multiplier effect seperti peningkatan nilai tambah dan penerimaan devisa dari ekspor. Oleh karenanya, industri menjadi penunjang utama dari target pertumbuhan ekonomi," tutup dia. (dtf/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Terima Kirab Obor Paskah Nasional, Bupati Karo Ajak Tingkatkan Kasih Persaudaraan
Pemkab Langkat Beri Bantuan Korban Kebakaran di Pangkalan Brandan
Kejaksaan Dairi Gelar Penyuluhan dan Penerangan Hukum di SMAN 2 Sidikalang
Dandim Tetap Pantau Kegiatan TMMD Imbangan 101 di Agara
KAHMI Langkat Gelar Musda III
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU