Home  / 
Rapim dengan Panglima TNI, Menhan Tekankan Soal Loyalitas
Jumat, 12 Januari 2018 | 22:37:15
SIB/ANT/Galih Pradipta
RAPAT PIMPINAN KEMENTERIAN PERTAHANAN: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (kedua kanan), Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan), Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono (kiri), dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi (kedua kiri) saling berjabat tangan usai rapat pimpinan dengan tema “Memperkuat Sinergitas Kelembagaan Guna Mendukung Postur Pertahanan yang Tangguh” di Kantor Kemhan, Jakarta, Kamis (11/1).
Jakarta (SIB) -Menteri Pertahan (Menhan) Ryamizard Ryacudu memimpin rapat pimpinan (rapim) jajaran Kemenhan dan TNI. Ryamizard menekankan soal loyalitas.

Rapim itu digelar di Gedung Nasution kantor Kemhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (11/1). Rapim ini membahas pertahanan negara dalam menghadapi tantangan yang semakin besar

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, KSAD Jenderal Mulyono, dan KSAL Laksamana Ade Supandi hadir. Beberapa narasumber juga diundang seperti Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara.

"Pengarahan saya tadi kepada Kemenhan dan TNI. Pertama kali adalah loyalitas. Loyalitas tegak lurus ini harus sampai ke bawah, kalau fungsi tugas itu berjalan adalah loyalitas perintah Presiden melalui saya," kata Ryamizard saat konferensi pers usai rapim.

Ryamizard mengatakan Kemenhan dan TNI harus melaksanakan tugas sesuai aturan hukum. Dia juga mengingatkan soal sumpah prajurit.

"Kedua adalah semua hukum, aturan, dan undang-undang yang ada harus dilaksanakan, karena itu dibuat untuk dilaksanakan. Presiden menjadi Panglima Tertinggi, kembali kepada Jati diri Sapta Marga Sumpah Prajurit semua didasari oleh UUD 45," ucap dia.

Terakhir, Ryamizard menyampaikan bahwa Kemenhan dengan Industri Pertahanan akan meningkatkan peralatan alutista untuk TNI. Sehingga dapat menambah penghasilan ekonomi bangsa. Sebab, di negara-negara besar seperti Amerika, Rusia, Perancis, Inggris, sebagian besar pertumbuhan ekonomi berasal dari industri pertahanan.

"Kemudian Kementerian Pertahanan dengan industri pertahanan akan memacu lagi karena Presiden minta agar semua kementerian harus dilihat, ada PT PINDAD dan PT DI agar membuat alutista untuk dipakai TNI dengan aman dan nyaman," tutur dia. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pengurus DPW Doakan Jokowi Menang Sumut Dilantik, Tuani Lumbantobing Ketua
CSIS: Prabowo Alami Stagnasi Elektoral
Bawaslu Jadwalkan Panggil Kepala Daerah di Riau Pendukung Jokowi
Sandiaga Resmikan Posko Pemenangannya di Rumah Keluarga Soeharto
Tensi Pilpres 2019 Makin Panas Karena Medsos
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU