Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Tiga Pengusaha Paling Bersinar Versi Forbes, Termasuk Bos Gojek
Kamis, 7 Desember 2017 | 18:06:04
Jakarta (SIB) -Majalah Forbes kembali merilis daftar 50 orang terkaya RI. Namun Forbes menyebutkan tiga pengusaha ini diramalkan akan masuk ke dalam jajaran orang terkaya RI karena bisnisnya yang sedang bersinar. Dua di antaranya pengusaha di bidang teknologi dan bisnis retail.

Nadiem Makarim
Nadiem Makarim, 33 tahun, mendirikan Go-Jek pada 2010. Ia mengembangkan bisnis transportasi ojek tradisional menjadi layanan berbasis aplikasi melalui telepon pintar.

Pada Agustus 2016, perusahaannya mendapat pembiayaan US$ 550 juta dari investor dengan valuasi senilai US$ 1,3 miliar. Aplikasi Go-Jek digunakan di 50 kota. Aplikasi pendukung ini sedang dalam tahap memperoleh pendanaan sebesar US$ 1,2 miliar dari perusahaan raksasa Cina dengan total nilai US$ 3 miliar.

Nadiem Makarim mengantongi gelar MBA dari Harvard University sebelum merintis Go-Jek. Ia pernah bekerja di firma konsultan McKinsey.

Hengky Setiawan
Pria 48 tahun ini adalah pemilik PT Tiphone Mobile Indonesia, perusahaan penjual kartu telepon prabayar di Indonesia. Siapa sangka, perjalanan bisnisnya diawali dari kios mungil berukuran 2 meter persegi.

Dikutip dari Forbes, Hengky Setiawan mulai menjual kartu telepon prabayar pada 1992. Kini Tiphone memiliki 450 outlet dengan pendapatan US$ 2 miliar. Sebelum merintis bisnis kartu telepon seluler, Hengky adalah penjual suku cadang mesin mobil.

Saat ini, ia menjabat Ketua Aston Martin Owners Club Indonesia.

Pada 2011, dalam wawancara dengan Forbes Indonesia, Hengky mengaku memiliki 73 Mercedes-Benz, dua Harley-Davidsons, dan puluhan Vespa vintage.

Stefanus Lo
Meneruskan bisnis perhiasan yang didirikan ayahnya, Stefanus Lo, 50 tahun, melakukan ekspansi bisnis. Ayahnya adalah pemilik toko perhiasan kecil Jakarta pada 1967.

Setelah lulus dari Universitas Katolik Parahyangan, sarjana teknik sipil ini langsung bergabung ke bisnis keluarga. Ia membuat PT Central Mega Kencana, peretail perhiasan terbesar di Indonesia.

Perusahaan yang dikelola Stefanus Lo antara lain Frank & Co, Mondial, Miss Mondial, dan The Palace. Pada 2016, diperkirakan pendapatan PT Central Mega Kencana mencapai US$ 148 juta. Sedangkan kekayaan Stefanus Lo, menurut Forbes, ditaksir mencapai US$ 200 juta.

Orang Terkaya Paling Muda di RI
Sementara itu Jajaran 50 orang terkaya di Indonesia juga diisi oleh mereka yang berusia di bawah 50 tahun. Orang-orang kaya ini masih terbilang muda dengan bisnis yang membuat mereka ada di dalam daftar 50 orang terkaya RI. Siapa saja?

Ada 3 orang di dalam daftar orang terkaya Indonesia yang berusia kepala 4. Mereka adalah Ciliandra Fangiono, Iwan Lukminto, dan Arini Subianto. Dari ketiganya, Ciliandra yang termuda.

Ciliandra Fangiono masih berusia 41 tahun. Terbilang sangat muda untuk punya kekayaan US$ 1,42 miliar atau setara Rp 18,9 triliun dan masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia.

Ciliandra kini menjabat sebagai CEO First Resource, perusahaan minyak sawit yang terdaftar di bursa Singapura. Perusahaan ini punya perkebunan di Indonesia. Keluarganya memiliki 2/3 saham perusahaan ini, di mana ayahnya, Martias mendirikan perusahaan lebih dari 20 tahun lalu.

Sebelum bergabung di perusahaan ini, Ciliandra bekerja di Merril Lynch divisi investment banking di Singapura.

Termuda kedua setelah Ciliandra adalah Iwan Lukminto. Iwan adalah anak dari pendiri pabrik tekstil, Sritex, asal Solo, HM Lukminto. HM Lukminto mendirikan Grup Sritex pada 1966 dengan memulai membuka toko batik di Solo.

Iwan mulai punya peran di Sritex pada 1997. Dia kini memiliki harta US$ 490 juta atau setara Rp 6,6 triliun. Karena itu, dia berada di urutan ke 48 di dalam daftar 50 orang terkaya RI.

Kemudian Arini Subianto, yang merupakan wanita terkaya di Indonesia saat ini. Di daftar 50 orang terkaya RI, Arini berada di urutan ke 37 dengan kekayaan mencapai US$ 820 juta atau sekitar Rp 11,07 triliun.

Di usianya yang menginjak 47 tahun, Arini kini menjadi Presiden Direktur perusahaan keluarga, Persada Capital Investama dan mengendalikan sejumlah investasi di berbagai sektor seperti produk olahan kayu, tambang batu bara, minyak sawit, juga karet. (T/detikcom/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Konjen RRT Beri Bantuan Korban Pengungsi Erupsi Sinabung
Kodim Dairi Gotong Royong Bersama Warga Bersihkan Irigasi Belang Malum
Tinggal Digubuk Reot, Bunga Ria Nainggolan Terima Bantuan Bahan Bangunan dari Kapolres Dairi
Bupati Samosir Serahkan Alat-alat Kebersihan
Dinas PP dan PA Tapsel Gelar Seminar Etika Perempuan dalam Organisasi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU