Home  / 
PBNU: TV Harus Selektif Tampilkan Penceramah Keagamaan
Kamis, 7 Desember 2017 | 18:04:04
Bandung (SIB) -Video penceramah agama kontroversial yang kini viral di media sosial (medsos) mendapat perhatian serius Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU). Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), KH Maman Imanulhaq menegaskan, pengelola stasiun TV seharusnya selektif memilih narasumber dalam sebuah program. Sebab TV adalah media yang efektif memengaruhi pola pikir khalayak.

Menurut Kang Maman, sapaan akrab Maman Imanulhaq, bila narasumber tidak kompeten, penonton TV bisa 'tersesat' karena mendapat informasi salah. Bila tayangan ceramah keagamaan dengan materi dakwah yang transformatif dan aktual disuguhkan oleh penceramah kompeten, maka mengukuhkan nilai agama yang menjadi spririt perdamaian. "Sebaliknya bila penceramah tidak kompeten, dan cenderung menyalahkan kelompok yang berbeda akan memengaruhi masyarakat untuk saling membenci dan akan membingungkan umat," ujar Kang Maman, Rabu (6/12).

Kang Maman sangat prihatin karena kejadian seperti pada video yang kini sedang viral, sebelumnya juga pernah ada. "Ini bukan yang pertama. Beberapa acara keagamaan di TV membuat resah umat karena cenderung menyalahkan tradisi dan ritual yang dilakukan sebagian besar umat Islam di Indonesia," kata pengasuh Pondok Pensantren Al Mizan, Jatiwangi Majalegka itu.

Dalam video yang viral itu tampak seorang ustadzah menulis salah satu ayat Alquran dengan kesalahan fatal. PBNU telah mengambil langkah unntuk mencegah terulangnya kejadian serupa. LD PBNU akan menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) secara berkala. Hasilnya akan dikomunikasikan ke stasiun TV.
"Kami juga akan memberikan daftar profil 30 ustadz muda NU ke para pengelola stasiun TV," kata anggota Komisi VIII DPR itu.

Sementara Lembaga Ta'lif wan Nasyr (Lembaga Infokom dan Publikasi) LTN PBNU, telah membuat kompilasi ceramah oleh penceramah kompeten yang bisa dimanfaatkan oleh siapa pun termasuk stasiun televisi. (SP/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Remaja yang Ngaku Bertelur Remaja yang Ngaku Bertelur
Pengamat: Habib Rizieq Tak Bernyali Seperti Buya Hamka
Korupsi, Mantan Bupati Nias Dituntut 8 Tahun Penjara
Kinerja Tak Membaik, DPR Kena Kartu Merah
Partai Hanura Calonkan Wiranto Sebagai Cawapres pada Pilpres Tahun 2019
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU