Home  / 
Warga Bogor Kaget, Tagihan Air Biasanya Rp 100 Ribu Jadi Rp 1 Juta
Selasa, 14 November 2017 | 19:40:17
Bogor (SIB) -Ratusan pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor kaget karena tiba-tiba tagihan air membengkak 1000 persen. Bila biasanya membayar tagihan Rp 100 ribu per bulan, kini mereka harus membayar Rp 1 juta hingga Rp 3 juta.

Warga di Komlek Perumahan Vila Bogor Indah, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Astrid (38), mengaku kaget karena tagihan PDAM untuk bulan Oktober mencapai Rp 1,2 juta. Padahal, biasanya ia hanya membayar tagihan rekening sebesar Rp100 ribu-Rp120 ribu.

"Ini tidak masuk akal, masa saya harus bayar Rp 1,2 juta. Biasanya cuma Rp 100 ribu atau paling besar itu Rp 120 ribu," kata Astrid, Senin (13/11).

Astrid menyebut, tingginya biaya rekening PDAM yang janggal tersebut juga dirasakan oleh hampir seluruh pelanggan di Komplek Vila Bogor Indah, Kota Bogor.

"Banyak juga tetangga saya yang begini. Malah ada yang harus bayar sampai Rp 3 juta. Ini kan tidak wajar," kata Astrid.

"Pemakaian kita selama ini wajar, sama dengan bulan lalu. Aneh kan sampai gede segitu bayarnya, kecuali kalau saya punya kolam renang, terus ganti air setiap hari. Ini kan enggak," sambungnya.

Melambungnya biaya rekening PDAM Tirta Pakuan tersebut, kata Astrid, terjadi sejak adanya pergantian meteran yang dilakukan oleh pihak PDAM Tirta Pakuan sejak sekitar dua pekan lalu.

"Awalnya itu ada pergantian meteran. Pertama itu meteran diganti tanggal 19 September 2017, alasanya mau ditera, meteran lama dicopot dan diganti dengan meteran baru untuk sementara," kata Astrid.

Kemudian, lanjut Astrid, meteran sementara itu kembali dibongkar dan diganti dengan meteran yang lama pada tanggal 21 Oktober 2017.

"Pokoknya alasannya itu kan mau ditera, itu memang dilakukan 5 tahun sekali katanya," terangnya.

Astrid mengaku hingga saat ini ia belum membayar rekening PDAM. Alasannya, tidak mungkin biaya penggunaan air selama satu bulan sampai setinggi itu.

"Saya belum bayarlah, mana mau bayar segitu. Saya dan tetangga tunggu konfirmasi dan perbaikan. Biar jelas, sebenarnya berapa biaya yang harus kita bayar," kata Astrid. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Gubsu: Ramadan Fair Bermanfaat Secara Sosial dan Ekonomi
Bisnis Laundry Laris Manis di Medan
Bulan Ramadan dan Jelang Idul Fitri Harga Kebutuhan Pokok Bergerak Naik
Lippo Malls Medan dan Binjai Hadirkan Pesona Budaya Ramadan
Bisnis Kue Kering Mulai Marak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU