Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Jokowi Tunjuk Din Jadi Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Agama
Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:19:37
SIB/ANT/Puspa Perwitasari
DIN SYAMSUDDIN SEBAGAI UTUSAN KHUSUS PRESIDEN: Presiden Joko Widodo (kanan) bersama mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin (kiri) meninggalkan ruangan seusai menyampaikan keterangan kepada wartawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/10). Presiden Joko Widodo mengangkat Din Syamsuddin sebagai utusan khusus presiden untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban.
Jakarta (SIB) -Presiden Joko Widodo mengangkat mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin sebagai utusan khusus Presiden untun dialog dan kerja sama antara agama dan peradaban. Penunjukan dilakukan langsung oleh Jokowi di Istana Merdeka.

"Hari ini saya telah mengangkat Prof DR KH M Surajuddin Syamsudin sebagai utusan khusus Presiden untuk dialog dan kerja sama antara agama dan peradaban. Kepada beliau saya berikan tugas untuk kembangkan dialog dan kerja sama antar agama baik dalam negeri maupun luar negeri," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (23/10).

Jokowi mengatakan nantinya Din Syamsuddin akan mempromosikan kerukunan antara umat di Indonesia. Din juga diharapkan bisa membangun dialog antar agama dan peradaban dengan mempromosikan kebudayaan Indonesia.

"Mengembangkan dialog antar agama dan peradaban dan mempromosikan kebudayaan dan peradaban Indonesia yang berdasarkan Pancasila," kata Jokowi.

Tidak ada perayaan khusus dalam pengangkatan ini. Jokowi hanya menyerahkan satu map putih kepada Din yang disaksikan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Din: Saya Terima dengan Bismillah
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menerima tugas barunya ini.

"Saya pada hari ini menerima putusan Presiden Joko Widodo sebagai utusan khusus untuk dialog antar-umat beragama dan peradaban. Saya menerima dengan bismillah sebagai bentuk pengabdian terhadap bangsa dengan negara," kata Din di Istana Merdeka.

Din mengatakan menerima penunjukan tersebut sebagai bentuk pengabdian dirinya terhadap negara. Terlebih di tengah situasi yang dinilai tak pasti.

"Karena konflik antarumat beragama. Pemerintah Indonesia dituntut untuk ikut terlibat, sesuai pembukaan UUD agar Indonesia ikut terlibat dalam menjaga ketertiban dan keamanan dunia. Saya berniat menjalankan ini sebagai pengabdian terhadap bangsa dan negara," katanya.

Din mengaku siap atas tugas barunya ini. Tentu tugas ini harus dimulainya dari dalam negeri terlebih dulu.

"Tentu kita harus mulai dari dalam negeri. Kerukunan antar-umat beragama penting, mengambil jalan tengah dan rahmatan lil alamin," katanya.

Din mengaku sebenarnya dia menyarankan Presiden Jokowi menunjuk orang lain. Namun dia mengaku Presiden Jokowi berharap kepadanya.

"Tapi Pak Presiden mengharapkan saya. Saya sudah melaksanakan hal yang ditugaskan selama ini. Mungkin dengan posisi baru ini akan lebih kuat upaya yang bisa saya lakukan," jelasnya. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Anggun Raih 2 Penghargaan Sekaligus dalam Bama Music Awards di Hamburg Jerman
Barang-barang John Lennon yang Dicuri Ditemukan tapi Polisi Tak Bisa Tangkap Tersangkanya
Kendall Jenner Model Termahal Setahun Berpenghasilan Rp28,6 Miliar
Animator Sohor Jepang Ditangkap Kasus Pornografi Anak
Foto Bagian Sensitif Madonna Saat Remaja Dilelang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU