Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Hakim Cepi akan Diperiksa MA
Pelapor Vonis Praperadilan Novanto Diperiksa MA 3 Jam
Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:19:07
Jakarta (SIB) -Perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi, Kurnia Ramadhana telah menjalani pemeriksaan di Badan Pengawasan MA (Bawas MA) selama 3 jam terkait aduan soal putusan hakim Cepi Iskandar di praperadilan Setya Novanto. Kurnia menyebut hakim Cepi Iskandar juga akan dipanggil oleh Bawas MA terkait hal tersebut.

"Kalau sesuai dengan pengakuan tadi dari Bawas MA, akan dipanggil. Agenda selanjutnya adalah pemanggilan adalah pihak-pihak terkait termasuk dalam hal ini pihak terlapor yaitu hakim Cepi Iskandar," ucap Kurnia di Gedung Badan Pengawasan MA, Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Senin (23/10).

Kurnia yang juga peneliti ICW ini menjelaskan selain hakim Cepi, pihak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) juga akan dipanggil. Namun dia tidak mengetahui persis kapan pemanggilan itu dilakukan.

"Untuk kapannya tidak akan diberitahu, karena dari pemeriksaan itu sendiri bersifat rahasia," ucap dia.

Untuk itu, dia berharap hakim Cepi dapat ditindak secara tegas jika memang temukan ada pelanggaran.

"Kita berharap besar jika ditemukan ada pelanggaran-pelanggaran dilakukan hakim Cepi Iskandar, kami harap hakim Cepi ditindak tegas," imbuhnya.

Sebelumnya diketahui, hakim Cepi memutuskan membatalkan status tersangka Ketua DPR Setya Novanto pada Jumat (29/9). Hakim Cepi menyebut surat perintah penyidikan dengan nomor Sprin.Dik-56/01/07/2017 tertanggal 17 Juli 2017 terhadap Novanto tidak sah. Selain itu, Cepi mengatakan bukti yang digunakan dalam perkara sebelumnya tidak bisa digunakan untuk menangani perkara selanjutnya. Tak berapa lama, ICW dkk mengadukan hakim Cepi ke MA.

Perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil, Kurnia Ramadhana mengatakan ada sejumlah bukti adanya kejanggalan dalam proses praperadilan Novanto yang disampaikan selama pemeriksaan. Bukti-bukti tersebut salah satunya putusan hakim Cepi yang menolak membuka rekaman yang diajukan oleh KPK.

"Sebenarnya rekaman itu adalah salah satu alat bukti yang digunakan KPK untuk menjadikan Setya Novanto tersangka. Tidak relevan dan tidak berdasar ketika hakim Cepi Iskandar justru menolak rekaman pemeriksaan itu," kata Kurnia.

Menurut Kurnia, kejanggalan lain yakni saat hakim Cepi menyebut jika barang bukti yang sudah digunakan di perkara lain tak bisa digunakan. Kurnia menyebut jika seusai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) alat bukti yang sama bisa digunakan untuk perkara lain selama masih dalam satu koridor hukum.

"Dan kita tahu dalam putusan Irman dan Sugiarto, hakim sudah memberikan kewenangan kepada penuntut umum memakai alat bukti agar bisa dikembangkan dalam perkara-perkara lain termasuk dalam hal ini perkara Setya Novanto," beber Kurnia. (detikcom/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Anggun Raih 2 Penghargaan Sekaligus dalam Bama Music Awards di Hamburg Jerman
Barang-barang John Lennon yang Dicuri Ditemukan tapi Polisi Tak Bisa Tangkap Tersangkanya
Kendall Jenner Model Termahal Setahun Berpenghasilan Rp28,6 Miliar
Animator Sohor Jepang Ditangkap Kasus Pornografi Anak
Foto Bagian Sensitif Madonna Saat Remaja Dilelang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU