Home  / 
Jurnalis di Kendari Protes Kasus Kekerasan pada Wartawan Banyumas
Kamis, 12 Oktober 2017 | 22:23:45
Kendari (SIB) -Puluhan jurnalis di Kendari, Sulawesi Tenggara turun ke jalan. Mereka memprotes kekerasan oleh oknum polisi kepada jurnalis di Kabupaten Banyumas.

Para jurnalis ini dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kendari. Mereka memprotes kekerasan yang menimpa jurnalis Metro TV, Darbe Tyas, di Kabupaten Banyumas.

Darbe menerima kekerasan saat meliput pembubaran aksi demo di depan Pendopo Kantor Bupati Banyumas, Jawa Tengah, Senin (9/10) malam. Para demonstran menolak proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Gunung Slamet.

Dalam aksi yang dilakukan hari itu, puluhan jurnalis di Kendari menyampaikan aksi protesnya di seputaran gedung MTQ, Kota Kendari, Rabu (11/10). Ketua AJI Kendari, Zainal A Ishaq mengatakan kekerasan yang menimpa Darbe menambah panjang daftar kekerasan terhadap jurnalis.

"Polisi dan jurnalis seharusnya menjadi mitra dalam menjalankan tugasnya, bukan menyerang dan memberikan tindakan kekerasan terhadap seorang jurnalis, apalagi sampai melakukan perampasan alat kerja seperti kamera," ujarnya.

Dikatakannya pula jika oknum yang melakukan tindakan kekerasan terhadap jurnalis merupakan seorang penjahat yang berlindung di balik seragamnya. AJI Kendari juga mendesak pencopotan kepada Kapolres Banyumas.

"Adili seadail-adilnya oknum yang melakukan tindakan kekerasan terhadap jurnalis. Untuk Kapolres Banyumas harus dicopot dari jabatannya karena dialah yang paling bertanggung jawab atas kejadian tersebut karena tidak bisa memberikan arahan kepada anggotanya," desaknya.

Sementara itu, Ketua IJTI Kendari, Asdar Zuula mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum kepolisian yang seharusnya bertugas untuk melindungi.

"Seharusnya polisi itu menjadi mitra ketika berada di lapangan, sudah tugasnya untuk melindungi dan menjaga masyarakat bukan malah sebaliknya ada oknum yang melakukan tindakan kekerasan kepada jurnalis, apalagi saat melakukan peliputan," katanya.

Kapolres Banyumas dan Kapolda Jawa Tengah dinilainya sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kasus tersebut dan harus segera memberikan hukuman yang pantas kepada oknum yang melakukan tindakan kekerasan.

Ia berharap agar tindakan serupa seperti yang dialami jurnalis Metro TV tidak terjadi lagi di masa mendatang. (detikSport/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jalan Menuju Nagori Siatasan Butuh Perbaikan
Bupati Karo Bersama Forkopimda Gelar Off-Road di Uruk Ndoholi Tiga Binanga
Kejaksaan akan Panggil PS dan RS Tersangka Dugaan Korupsi di Dairi Tahun 2008
KPUD Langkat Minta Parpol Mendaftar Sebelum Waktu Penutupan
Pemkab Langkat Apresiasi Ranperda Inisitif DPRD Urgen dan Relevan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU