Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Serunya 21 Remaja Sehari Jadi Menteri di Kementerian PPPA
Kamis, 12 Oktober 2017 | 22:21:16
Jakarta (SIB) -Sebanyak 21 remaja dari berbagai provinsi mengikuti program 'Sehari Jadi Menteri'. Mereka menggelar rapat dan berkantor di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).

Pantauan, Rabu (11/10), ke-21 remaja mengikuti rapat pimpinan tentang isu perkawinan usia anak. Dengan serius para remaja ini berperan (roleplay) menjadi menteri, sekretaris menteri dan deputi kementerian.

Para remaja itu beradu argumen dan saling memaparkan rekomendasinya terkait isu perkawinan usia anak. Beberapa gagasan yang direkomendasikan dalam rapat itu seperti media sosial ramah anak.

"Rekomendasi saya sebagai Asisten Deputi Perlindungan Anak dari kekerasan dan eksploitasi, bagaimana kita membuat media sosial ramah anak dan bekerjasama dengan animator untuk membuat meme sebagai upaya kampanye dari isu ini," kata salah satu remaja.

Tanpa canggung para remaja ini menyampaikan rekomendasinya kepada Menteri PPPA yang diperankan oleh Ayu Juwita (18) dari Sumatera Utara.

"Baik, terima kasih ibu Asdep, kami akan dengarkan rekomendasi lainnya dari deputi-deputi lain khususnya pekan kreatif dan pendekatan lainnya bagi perkawinan usia anak," kata Ayu.

Kegiatan 'Sehari Jadi Menteri' merupakan event kedua yang diselenggarakan Plan International Indonesia. Ke-21 remaja ini terpilih dari 1.800 kandidat remaja yang mengikuti kompetisi video blog (vlog) berdurasi 90 detik.

Sebelum menjalankan perannya masing-masing, para remaja ini mengikuti pelatihan dasar selama tiga hari sejak 7-9 Oktober. Mereka belajar mengenai berbagai keterampilan kepemimpinan dan pembekalan materi berkaitan dengan pencegahan perkawinan usia anak.

"Kami berharap kegiatan 'Sehari Jadi Menteri' ini memberikan pengalaman ke remaja dan anak muda untuk menjadi agen perubahan di daerahnya untuk mendukung pencegahan perkawinan usia anak," kata Program Manager Plan International Indonesia Wahyu Kuncoro. (detikcom/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jokowi Tunjuk Din Jadi Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Agama
Pelapor Vonis Praperadilan Novanto Diperiksa MA 3 Jam
Komnas HAM: Ahmadiyah Korban Diskriminasi karena UU PNPS
Satpol PP Turunkan Spanduk Pengusiran Dubes AS di Dukuh Atas
MA Vonis Mati Agus Si Pembunuh 5 Nyawa Satu Keluarga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU