Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Satgas OTT 27 Kasus di Banten dalam Setahun, 67 Tersangka Ditangkap
Kamis, 12 Oktober 2017 | 22:17:41
Kota Serang (SIB) -Satgas Saber Pungli Banten mencatat ada 27 kasus dengan 64 tersangka pungutan liar (pungli) yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) dalam setahun terakhir. Selain itu, satgas juga menerima 409 laporan.

Rata-rata pungli itu ada di sektor pendidikan, perhubungan dan kepolisian. Provinsi Banten bersama Jawa Barat, Sumatera Utara, Riau, dan Jakarta termasuk daerah yang terbanyak laporan punglinya.

"Di Banten 27 kasus tersangkanya 67 orang di wilayah Pandeglang, Serang," kata Ketua Tim Sosialisasi Satgas Saber Pungli Shadiq Pasadigoe kepada wartawan di Hotel Le Dian, Kota Serang, Banten, Rabu (11/10).

Banten, lanjut Shadiq adalah provinsi yang ke 14 dilakukan sosialisasi Peraturan Presiden nomor 87 tentang Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar. Lewat sosialisasi ini diharapkan masyarakat tidak untuk melapor terkait pungli.

Apalagi, lanjutnya, satgas ini terintegrasi dengan berbagai instansi seperti kepolisian, TNI, kejaksaan, ombudsman, BIN, dan kementerian terkait.

"Masih banyak masyarakat yang belum tahu, kita sepakat bagaimana pungli agar tidak terjadi lagi," katanya.

Menurutnya, lewat sosialisasi ini juga masyarakat bisa melaporkan langsung pungli di masing-masing kota dan kabupaten di Banten. Satgas menyediakan halaman situs termasuk adanya Unit Pemberantasan Pungli (UPP) di daerah-daerah.

"Kalau ada sampaikan ke saber, kita akan sesuaikan dengan kapasitas yang diadukan. Yang penting keberanian kita untuk memberantas," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Banten Ranta Soeharta menambahkan beberapa penangkapan di Banten memang kebanyakan terkait sektor perizinan, catatan sipil dan dinas perhubungan. Lewat sosialisasi Perpres 87 tentang Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar, sosialisasi di tingkat kabupaten dan kota bisa sampai tingkat desa atau kelurahan.

"Sudah sering kita rapat (Saber Pungli), paling tidak kita preventif dulu. Ke depan akan kita tingkatkan kembali," ujarnya.

Soroti Tradisi Pungli
Satgas Saber Pungli menyoroti soal imbas dinasti politik pada tradisi pungli di Banten. Penangkapan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah karena masalah hukum, menimbulkan pertanyaan terkait komitmen pimpinan daerah.

"Di Banten ini kan dinastinya ada. Nah dari mereka ini kan setelah mereka ketangkap kan suara keluar semuanya, mensyukuri lah," kata Anggota Pokja Pencegahan Saber Pungli Kombes Pol Ricky F. Wakanno di lokasi yang sama.

Menurutnya, pimpinan yang tidak komitmen pada pengembangan daerahnya, kemudian menghasilkan istilah kerja yang disebut 'asal bapak senang'. Setelah itu, pimpinan kemudian menempatkan orang-orang tidak kompeten pada jabatan-jabatan tertentu dan menimbulkan tradisi pungli di lingkungan staf.

"Akhirnya timbul permainan pungli itu," katanya.

Ricky menambahkan, Banten termasuk salah satu daerah yang termasuk rawan pungutan liarnya. Termasuk dengan beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Medan bahkan Jakarta.

"Mendagri sudah ngomong, yang ketangkap kan keluarga, dan pasti dibawahnya ikut-ikut saja," ujarnya.

Ricky memetakan beberapa sektor yang termasuk rawan di Banten adalah di pembuatan KIR, sektor pendidikan, sampai bahkan ke kepolisian seperti di samsat. (detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jelang Tengah Malam, Mahasiswa Masih Bertahan di Depan Istana
Bertemu 4 GM PLN Sumut, Gubsu Optimis Tol Listrik Sumbagut-Sumsel Selesai Akhir 2017
Kini Ganti Paspor Cukup Bawa e-KTP dan Paspor Lama
Kasus e-KTP, Andi Narogong Disebut Gonta-ganti Mobil hingga 23 Kali
RI Promosi Investasi Danau Toba Senilai Rp 21 Miliar di Inggris
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU