Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Oknum TNI Ngamuk dan Pukul Polantas, Panglima TNI Mohon Maaf
* Bripda Yoga Korban Pemukulan Dapat Penghargaan
Sabtu, 12 Agustus 2017 | 16:35:14
Jakarta (SIB) -Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta maaf atas kelakuan oknum TNI yang memukul anggota Polantas di Pekanbaru, Riau. Dia berjanji oknum yang disebut sakit jiwa itu tetap diproses hukum.

"Atas kejadian tersebut (oknum TNI pukul Polantas), saya mohon maaf dan anggota tersebut sekarang sudah ditahan di Riau," kata Gatot di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (11/8).

Gatot mengaku anggotanya tersebut mengalami gangguan kejiwaan sehingga melakukan tindakan tidak terpuji. Menurutnya, anggota tersebut sebenarnya sedang menjalani konsultasi di salah satu rumah sakit jiwa di Riau.

"Wartawan di Riau bisa cek di rumah sakit jiwa mana dan tiap minggu dia tetap konsultasi. Tapi bagaimana pun juga dalam hal ini, saya minta maaf atas kelakuan anggota saya tersebut," ujar Gatot.

Gatot menjelaskan TNI tidak bisa langsung memecat anggota yang memukul Polantas tersebut. Sebab, untuk melakukan pemecatan harus ada proses hukum.
Sementara anggota tersebut menderita sakit jiwa. "Kan diproses tapi dia sakit jiwa tapi tetap kami proses hukum. Nanti hukum yang akan menentukan bagaimana. TNI tidak akan mengeluarkan, memecat anggota tanpa proses hukum," papar Gatot.

WS mengamuk di jalan dan menendang motor anggota Polantas pada Kamis 10 Agustus 2017. Dia juga memukul helm anggota itu dengan keras.

"Ke kantor itu apel yang lain pakai seragam, dia tahu-tahu nyelonong pakaian preman sendiri. Di pojokan. Perlu pengobatan khususlah. Teman-temannya juga, mungkin kawan polisi juga tahu dia depresi gitu. Jadi mungkin maklum. Teman-teman polisi di sana sih memang maklum dengan kondisi orang ini. Sudah tahu," kata Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Edi Hartono.

Dapat Penghargaan
Sementara itu, Bripda Yoga Fernando, anggota Polantas Pekanbaru, menerima penghargaan setelah menjadi korban pemukulan anggota TNI berinisial WS. Yoga dianggap sebagai polantas yang sabar.

Penyerahan penghargaan ini dilakukan di halaman Mapolresta Pekanbaru di Jl A Yani, Pekanbaru. Acara ini disaksikan sejumlah personel di Polresta Pekanbaru.

"Penghargaan ini kita berikan kepada anggota kita yang telah sabar dalam menghadapi di lapangan dalam mengatur berlalu lintas. Kepada siapa pun, saya pesankan agar anggota di lapangan harus tetap sabar," kata Kombes Santo, begitu sapaan akrabnya.

Selanjutnya, Bripda Yoga diberi kesempatan di hadapan peserta apel menceritakan peristiwa yang dialami. Dia menyebutkan mengalami pemukulan di bagian kepala, yang masih mengenakan helm.

"Awalnya saya melihat ada pengendara tak menggunakan helm. Tapi begitu saya dekati, ternyata di balik jaket pengendaranya menggunakan baju PDH TNI. Jadi saya lewat saja untuk memotongnya," kata Yoga.

"Saya mendahului beliau, tanpa ada gerakan apa pun, tidak juga meliriknya. Saya hanya melihat motornya tidak pakai kaca spion," kata Yoga.

Di depan Ramayana (Pasar Sukaramai), kata Yoga, dia berhenti untuk menertibkan motor yang ada di jalan. "Dia menabrak saya dari belakang. Saya sempat bertanya, 'Apa salah saya Bang, kenapa ditabrak'. Terus dia celoteh dan ngomel-ngomel, beliau menyebut dengan kata-kata yang tidak pantas. Saya mencoba mendinginkan suasana," kata Yoga.

Tak lama kemudian, kata Yoga, oknum TNI tersebut turun dari motor, lalu menendang motornya.

"Dia mulai memukul helm saya empat kali. Terus saya ngajak beliau untuk berjalan karena sudah pada macet. Sempat mengancam akan mengeluarkan sangkurnya, tapi tak jadi," tutur Yoga.

Selanjutnya, Yoga lantas berjalan dengan sepeda motornya. Tak lama kemudian disusul kembali oleh oknum tersebut. Sempat terjadi cekcok mulut lagi. "Saya sampaikan, 'Kalau ada kesalahan saya, saya minta maaf ke Abang'. Tapi dia malah menendang kaki saya hingga hampir oleng di atas motor," ucap Yoga.

Yoga pun sudah memaafkan kasus tersebut. Dia juga tidak berniat membawa masalah itu ke jalur hukum. "Kami sudah dipertemukan dengan anggota TNI itu. Saya sudah memaafkan semua atas peristiwa itu," tutur Yoga.

Selanjutnya, Yoga pun mendapat ucapan selamat dari rekan-rekannya. (detikcom/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Penasaran dengan Kehidupan Setelah Mati, Pasutri Bunuh Diri
Kereta Cepat Tergelincir di India Utara, 23 Orang Tewas
Paradigma Baru Pengawasan Menurut PP Nomor 12 Tahun 2017
Touring Merdeka Honda Jalan Medan - Parapat Semarakkan Hari Kemerdekaan RI
Gandeng PMI, WAC Kirim Bantuan Tiga Ton Beras ke Pengungsi Sinabung
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU