Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Menristek dan 29 Rektor Deklarasi Tolak Radikalisme
Senin, 19 Juni 2017 | 22:55:19
Makasar (SIB)- Menristek Dikti Mohamad Nasir dan Wakapolri Komjen Syafruddin bersama 29 rektor anggota Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri (KPTN) se-Kawasan Timur Indonesia (KTI), menolak paham radikalisme. Deklarasi itu untuk mencegah aksi terorisme, ektremisme dan radikalisme di dalam kampus.

"Radikalisme di dalam kampus belum ada, tapi potensi itu ada, kerja sama dengan Polri untuk membantu jangan sampai muncul radikalisme, karena tempatnya anak muda, yang punya kemampuan intelektual tinggi dan sangat rentan terjadinya perubahan, oleh karena itu kami awasi, kendalikan bersama Polri, jangan sampai kampus menjadi pusat gerakan radikalisme," ujar Nasir.

Deklarasi itu diikuti KPTN se-Kawasan Timur Indonesia yang meliputi Kalimantan, Bali, NTT, NTB, Sulawesi, Maluku dan Papua. Deklarasi itu disampaikan di Aula Prof Amiruddin, kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Jumat (16/6).

Wakapolri Komjen Syafruddin mengaku dirinya belum mendapat laporan adanya aksi radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus. Syafruddin berharap agar para mahasiswa dapat menjadi agen perubahan, agen modernisasi dan agen kontrol sosial di lingkungannya, untuk membendung masuknya paham radikalisme.

"Kita bersama-sama kampus mencegah potensi radikalisme terjadi, sebab pengaruh dari gelombang demokrasi liberal, konflik di Timur Tengah dan pergerakan ISIS di Filipina dan konflik lainnya harus dicegah masuk ke Indonesia, demi terciptanya wawasan kebhinekaan antar anak bangsa," pungkas Syafruddin.

Sementara itu, Ketua Presidium KPTN-KTI Prof Masjaya yang juga Rektor Univ. Mulawarman Samarinda, mewakili 29 rektor di Indonesia Timur membacakan dengan lantang empat poin deklarasi anti-radikalisme dan terorisme. Adapun isi deklarasi untuk penguatan empat pilar kebangsaan tersebut adalah sebagai berikut:
1.     Setia dan menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

2.     Bertekad untuk membentuk SDM yang berjiwa Pancasila, berkomitmen untuk memajukan bangsa yang mandiri, berdaulat, adil dan makmur.
3.     Menolak dengan tegas segala bentuk radikalisme, terorisme dan paham-paham ekstrem lainnya.

4.     Mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu memajukan kesejahteraan bangsa dan menjaga keutuhan NKRI. (detikcom/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sejak Indonesia Merdeka, Jalan Huta Gulping Simalungun Tidak Pernah Diaspal
Warga Nagori Pondok Buluh Audiensi dengan Plt Pangulu, Pertanyakan DD 2017
Dirjen Imigrasi Keluarkan Layanan Antrian Paspor Secara Online
Kapoldasu Hadiri Perayaan Natal Raja Sonang se-Dunia di Pematangsiantar
Pemkab Simalungun Bangun Jalan Menuju Nagori Pinang Ratus
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU