Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Buron, Rizieq Harusnya Pulang Tanpa Dijemput Paksa
* Firza Husein Dicegah ke LN
Jumat, 19 Mei 2017 | 12:11:49
Jakarta (SIB) -Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab, masih buron dan belum berani pulang ke Indonesia. Padahal Kepolisian RI sudah menyampaikan nota ke Interpol terkait proses hukum kasusnya di Indonesia. Hal inipun menimbulkan keprihatinan mendalam bagi Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Hamka Haq.

"Itu kita sesalkan, harusnya dia memberi contoh sebagai warga negara yang baik, patuh hukum," kata Hamka Haq, yang juga Angota Komisi VIII DPR itu, Kamis (18/5).

"Kalau benar tak usah takut. Kenapa takut menjadi saksi. Toh ini baru tahap saksi, belum tersangka."

Kata Hamka, hilangnya Rizieq Shihab berarti akan mendorong negara mencarinya. Bila ketemu, Rizieq akan dipaksa pulang. Sebab negara punya hak memaksa seseorang pulang.

"Daripada dipaksa pulang, mending pulang sendiri," tandas Hamka.

Rizieq tersangkut kasus dugaan pelanggaran hukum atas muncul serta beredarnya dokumen berisi chat mesum. Diduga pelaku chat mesum itu adalah Rizieq dan Firza Husein. Dalam kasus ini, Firza sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini tentu menjadi 'pukulan keras' bagi Rizieq dan lembaga FPI yang dipimpinnya. Sebab mereka kadung dikenal sebagai pihak yang selalu oposan terhadap segal sesuatu yang dianggap berbau mesum serta maksiat.

Dicegah ke Luar Negeri
Meski berstatus tersangka kasus dugaan pornografi di situs 'baladacintarizieq', Firza Husein tidak ditahan penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya. Namun Firza segera dicegah ke luar negeri.

Argo menambahkan penyidik hari ini akan mengirimkan surat kepada pihak Imigrasi untuk permohonan pencegahan atas nama Firza tersebut.

"Surat hari ini dibuat," imbuh Argo.

Dihubungi secara terpisah, Azis Yanuar selaku kuasa hukum Firza mengaku tidak berkeberatan dengan pencegah tersebut. "Oh iya, tidak apa-apa, kan beliau memang jadi, statusnya tersangka. Tersangka itu kan bisa ditahan, kemudian dikasih kebijakan oleh kepolisian untuk tidak ditahan, ya kami terima," ujarnya.

Azis mengatakan kliennya selama ini cukup kooperatif terhadap penyidik polisi. "Ini kan kooperatif, dicekal kami terima, disuruh tanda tangan BAP penangkapan kami tanda tangan, dipanggil pukul 10.00 WIB, kami datang pukul 09.30 WIB, dipanggil ada halangan, kami kirim surat. Kami kooperatif. Ditanya, tidak ada yang kami tidak jawab, penyidik minta apa kami kasih," paparnya.

Azis juga meyakinkan Firza tidak akan kabur meski tidak dicegah sekalipun. "Iya, nggaklah. Selama ini dari awal itu Ibu Firza itu nggak pernah ada niat untuk itu," ujar Azis. (SP/detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Tabrak Material Proyek Peningkatan Jalan di Paranginan, Mahasiswa UNITA Melva Erika Togatorop Tewas
Tanpa Pogba, Manchester United Tetap Dijagokan di Markas Southampton
Siapkan Anak Muda, PPP Target 3 Besar di Pemilu 2019
Puluhan Masyarakat Dua Desa Kecamatan Sipirok Tapsel Unjuk Rasa di Istana Jakarta
Kejatisu Tahan 3 Tersangka Korupsi Pengadaan Kapal Nelayan di Diskanla Provsu
KOMENTAR PEMBACA:
Terdapat 1 komentar untuk artikel ini.
Mengenai kasus penghinaan agama Kristen yg dilakukan oleh tuan HRS, kiranya umat kristen jangan mengungkit hal itu lagi ke dlm rana hukum. Biarlah tuhan yg membalasnya. Kalau bisa, mari kita maafkan beliau. Tp mengenai kasus yang lainnya biarlah diproses secara hukum yg berlaku Di negri ini.



Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU