Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Kapolri Sesalkan Penembakan Polisi ke Mobil Sekeluarga di Sumsel
* Kapolda Sumsel Minta Maaf
Kamis, 20 April 2017 | 15:09:42
Jakarta (SIB)- Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyesalkan insiden tertembaknya satu keluarga penumpang mobil Honda City di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan oleh aparat polisi. Satu orang tewas dalam kejadian itu, sementara lima orang lainnya luka tembak.

"Saya menyesalkan peristiwa itu," ujar Tito kepada wartawan di Stadion PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/4).

Informasi yang diterima Kapolri, mobil Honda City berpelat nomor BG 1488 ON tersebut tidak berhenti ketika diberhentikan polisi lalu lintas dan hendak menabrak anggota saat itu. Karena itu, polantas mencurigainya bahwa di dalam mobil adalah pelaku kejahatan.

"Sehingga anggota polisi beranggapan itu pelaku kejahatan, kemudian dikejar. Karena dikejar dilakukan tembakan peringatan tidak berhenti, diduga pelaku kejahatan sehingga tertembak dan mengakibatkan ada keluarga yang meninggal. Saya sangat menyesalkan," terang Tito.

Tito mengatakan, kewenangan anggota polisi untuk menembak adalah bentuk diskresi kepolisian. Di sinilah letak pentingnya kapan diskresi kepolisian itu harus digunakan.

"Inilah sebetulnya pentingnya diskresi kepolisian. Anggota harus memiliki kemampuan menilai secara subjektif atas yang dihadapinya saat itu, dan mengambil tindakan tepat dalam rangka untuk menjaga keselamatan publik," ujarnya.

Tito menambahkan, pihaknya saat ini masih memeriksa anggota yang melakukan penembakan tersebut.

Peristiwa terjadi pada Selasa (18/4) lalu di pertigaan Jalan Fatmawati, Kecamatan Lubuk Linggau Timur I, Lubuklinggau, Sumsel. Saat itu, anggota tengah melaksanakan Operasi Cipta Kondisi di lokasi.

Mobil Hinda City warna hitam berisikan 8 orang warga sipil melintas di lokasi. Hasil pengecekan, mobil bernopol BG 1488 ON tersebut tidak tersaftar di Samsat.

Mobil melintas dari Curup menuju Muara Beliti dan ketika hendak diberhentikan, sopir tidak mau berhenti dan mencoba menabarak anggota yang sedang melakukan razia. Melihat gelagat yang tidak baik tersebut, anggota mengambil inisiatif untuk mengejar.

Setibanya di Jl SMB II Kelurahan Margamulya, ada anggota Polres Lubuk Linggau yang mengejar dan menembak sebanyak 10 kali. Setelah diberondong tembakan, polisi kemudian mengecek dan terdapat 6 orang yang tertembak.

Satu orang dilaporkan tewas akibat tembakan tersebut. Dari enam orang yang tertembak, ada anak usia 2 tahun yang tertembak di bagian kepala.
Minta Maaf

Sementara itu, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Agung Budi Maryoto menyampaikan duka cita atas tertembaknya satu keluarga penumpang mobil Honda City. Agung juga menyampaikan permohonan maafnya kepada keluarga korban.

"Saya selaku pimpinan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban dan kami berduka cita," ucap Irjen Agung.
Agung juga telah melayat ke rumah duka dan menjenguk korban lainnya yang terluka. Polda Sumsel akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban.

"Biaya pengobatan kami yang tanggung. Sudah ditangani oleh Biddokes Polda Sumsel. Yang dua sudah dirujuk ke RS Bhayangkara juga, kemudian ada satu duluan (yang dirujuk) yaitu Pak Hendra," imbuhnya.

Lebih lanjut, Agung memastikan, pihaknya akan memproses anggota yang melakukan penembakan tersebut. Meski begitu, Agung menilai, prosedur yang dilakukan oleh Brigadir K itu sudah benar.

"Intinya sudah benar, ada kendaraan disetop polisi dan tidak mau berhenti, kemudian dicek ke Samasat nopol-nya tidak terdaftar maka dicurigai. Kemudian karena dicurigai dilakukan pengejaran. Pengejarannya sudah benar, akan tetapi tindakannya (menembak) yang kurang tepat," paparnya.

Dia menambahkan, kegiatan razia juga dibenarkan. Razia dilakukan untuk menekan kejahatan di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan.

"Konteks razia itu dibenarkan. Karena dalam kurun waktu satu bulan ini kejahatan 3C (curas/pencurian dengan kekerasan, curat/pencurian dengan pemberatan, dan curanmor/pencurian kendaraan bermotor) menurun dengan adanya razia tersebut," sambungnya.

Prosedur dalam melakukan razia tersebut juga dinilai sudah benar. "Ada pelang pemberitahuan razia, kemudian ada perwira pengawasnya yang melakukan razia. Yang tidak benar proses tindakannya tadi," tandasnya. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Eminem Kesal Lagunya Tak Ditanggapi Donald Trump
Wujud Syukur PPr HKI Melalui Lagu Tangiang Ni Dainangi
India Raih Gelar Miss World 2017, Indonesia Best Costum
Musa Rajeckshah Alias Ijeck Ditabalkan Marga Sembiring dan Istri Boru Barus
Geopark Toba Bisa Eksis Mendunia dengan Promo--Peduli Mandiri Masyarakat
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU