Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Petapa Dieng Mbah Fanani Hilang Misterius
Senin, 17 April 2017 | 13:50:46
Dieng (SIB)- Mbah Fanani, seorang petapa yang sudah 20 tahun bertapa di pinggir jalan Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah hilang. Dia dijemput paksa oleh belasan orang pada Rabu, 12 April 2017 pekan lalu. Warga Dieng berharap Mbah Fanani dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.

Siapa sebenarnya Mbah Fanani?
Sejumlah warga yang sempat ditemui pada awal Juni 2014 lalu mengaku tak tahu pasti asal usul Mbah Fanani. Kabarnya dia berasal dari Cirebon, dan tak diketahui apa yang membuat dia memilih bertapa di Dieng.

Seorang warga bernama Slamet mengatakan, kemungkinan Mbah Fanani saat ini tengah menjalani topo ngrame (tapa ramai). "Tapa itu ada dua, tapa ramai tapa nyepi. Si Mbah ini mungkin mau tapa ramai, di pinggir jalan," terang Slamet, awal Juni 2014 lalu.

Tapi Slamet pun angkat tangan tak tahu mengapa daerah Dieng yang menjadi tempat lokasi tapa si Mbah Fanani. Dahulu si Mbah ini bertapa di gua di kawasan Dieng namun kemudian dengan berjalan merangkak dia pindah ke depan rumah penduduk bernama Sugiyono di pinggir jalan Dieng yang menghubungkan Wonosobo dan Banjarnegara.

"Saya juga nggak tahu kenapa Mbah pilih di depan rumah saya," jelas Sugiyono yang akrab disapa Ono ini.

Saat diam di depan rumah Ono, 17 tahun lalu persis saat putranya lahir, Mbah Fanani tahu-tahu membawa plastik dan berdiam di depan rumah. Ono dan keluarga tak mengusir dan kemudian malah memberi makan.

"Makan pagi, siang, sama malam. Mbah maunya makan dari makanan dari rumah saya saja, dikasih orang lain nggak mau," terang dia.

Bila Anda melintas di pinggir jalan Dieng, melihat tenda biru di sanalah Mbah Fanani tinggal. Media sempat bertemu si mbah di dalam tendanya. Tatap matanya tajam, kulit putih, dan rambut hitam bergelung. Tak ada kata-kata yang diucapkan si Mbah, dia hanya menggeleng atau mengangguk saja.

Pekan lalu, Mbah Fanani menghilang dari tempat 'bertapa'-nya, di sebuah tenda di pinggir jalan Dieng, Jawa Tengah. Dia dibawa pergi belasan orang dengan menggunakan mobil. Warga geger.

Kepala Desa Dieng Slamet Budiono membenarkan kejadian itu. Mbah Fanani dijemput belasan orang pada Rabu, 12 April 2017. Dan hingga kini, nasib Mbah Fanani tak diketahui.


"Ada 10-15 orang datang pakai mobil, terus mengajak Mbah Fanani naik," kata Slamet, Minggu (16/4).
Slamet mengaku prihatin. Sebab, bagaimanapun juga Mbah Fanani telah 'menetap' di Dieng Wetan sejak puluhan tahun. Warga tak tahu ke mana Mbah Fanani diajak pergi dan bagaimana nasibnya. (detikcom/d)

Mbah Fanani, seorang petapa yang sudah 20 tahun bertapa di pinggir jalan Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah hilang. Dia dijemput paksa oleh belasan orang pada Rabu, 12 April 2017 pekan lalu. Warga Dieng berharap Mbah Fanani dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.

Siapa sebenarnya Mbah Fanani?
Sejumlah warga yang sempat ditemui pada awal Juni 2014 lalu mengaku tak tahu pasti asal usul Mbah Fanani. Kabarnya dia berasal dari Cirebon, dan tak diketahui apa yang membuat dia memilih bertapa di Dieng.

Seorang warga bernama Slamet mengatakan, kemungkinan Mbah Fanani saat ini tengah menjalani topo ngrame (tapa ramai). "Tapa itu ada dua, tapa ramai tapa nyepi. Si Mbah ini mungkin mau tapa ramai, di pinggir jalan," terang Slamet, awal Juni 2014 lalu.

Tapi Slamet pun angkat tangan tak tahu mengapa daerah Dieng yang menjadi tempat lokasi tapa si Mbah Fanani. Dahulu si Mbah ini bertapa di gua di kawasan Dieng namun kemudian dengan berjalan merangkak dia pindah ke depan rumah penduduk bernama Sugiyono di pinggir jalan Dieng yang menghubungkan Wonosobo dan Banjarnegara.

"Saya juga nggak tahu kenapa Mbah pilih di depan rumah saya," jelas Sugiyono yang akrab disapa Ono ini.

Saat diam di depan rumah Ono, 17 tahun lalu persis saat putranya lahir, Mbah Fanani tahu-tahu membawa plastik dan berdiam di depan rumah. Ono dan keluarga tak mengusir dan kemudian malah memberi makan.

"Makan pagi, siang, sama malam. Mbah maunya makan dari makanan dari rumah saya saja, dikasih orang lain nggak mau," terang dia.

Bila Anda melintas di pinggir jalan Dieng, melihat tenda biru di sanalah Mbah Fanani tinggal. Media sempat bertemu si mbah di dalam tendanya. Tatap matanya tajam, kulit putih, dan rambut hitam bergelung. Tak ada kata-kata yang diucapkan si Mbah, dia hanya menggeleng atau mengangguk saja.
Pekan lalu, Mbah Fanani menghilang dari tempat 'bertapa'-nya, di sebuah tenda di pinggir jalan Dieng, Jawa Tengah. Dia dibawa pergi belasan orang dengan menggunakan mobil. Warga geger.

Kepala Desa Dieng Slamet Budiono membenarkan kejadian itu. Mbah Fanani dijemput belasan orang pada Rabu, 12 April 2017. Dan hingga kini, nasib Mbah Fanani tak diketahui.

"Ada 10-15 orang datang pakai mobil, terus mengajak Mbah Fanani naik," kata Slamet, Minggu (16/4).

Slamet mengaku prihatin. Sebab, bagaimanapun juga Mbah Fanani telah 'menetap' di Dieng Wetan sejak puluhan tahun. Warga tak tahu ke mana Mbah Fanani diajak pergi dan bagaimana nasibnya. (detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jordan/Debby tembus semifinal Australia Terbuka
Benzema Ingin Terus Raih Gelar di Madrid
Marquez Bertekad Kompetitif Sejak Sesi Latihan Bebas
Lionel Messi Batal Dipenjara, Hanya Denda Rp3,34 M
Liverpool Sudah Lapar Gelar Juara
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU