Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Marak Berita Hoax, TNI AD Ajak Masyarakat Teliti Memilih Berita
* Polda Bali Siapkan Satgas Cyber Troops
Kamis, 12 Januari 2017 | 12:15:09
Jakarta (SIB)- Berita hoax yang biasanya berisi informasi palsu semakin marak menyebar di media internet. TNI AD mengajak masyarakat untuk lebih teliti dalam memilih berita.

"Sudah mulai muncul, ada yang mengatakan negara kita darurat informasi. Makanya ada deklarasi masyarakat anti hoax, itu satu hal yang bagus, kata Kadispen TNI AD Brigjen Sabrar Fadhilah di Media Center TNI AD, Jalan Abdul Raden Saleh, Jakarta Pusat, Rabu (11/1).

Dia meminta masyarakat untuk lebih awas dan mencermati isi suatu berita sebelum memutuskan untuk menyebarkan satu pemberitaan melalui media sosial.

"Di sisi lain pemanfaatan media sosial begitu terbuka sekarang, maka saya berharap kita semua tidak terlalu cepat membaca berita kemudian menyebarkan kepada yang lain. Tapi benar-benar ditelaah, diteliti," ujar Fadhilah.

"Bila meragukan sebaiknya ditanyakan ke yang berwenang. Yang bersangkutan. Jangan cepat sekali kita mudah men-share," sambungnya.

Fadhilah menegaskan, kesadaran dari diri sendiri menjadi satu hal yang perlu untuk memerangi penyebaran informasi bohong itu. Dengan menyebarkan hal-hal positif, kata Fadhilah, bisa menjadi satu langkah memerangi berita hoax.

"Yang kita lakukan adalah upaya mendorong pemerintah, membantu hal-hal positif. Misal mempublikasi UU ITE No 11 tahun 2008. Kita ikut publikasikan itu dengan cara-cara yang benar dan tepat. Kasus tertentu apalagi berkaitan AD segera diberikan jawaban yang sebenarnya," tutur Fadhilah.
Menurut Fadhilah, komitmen memerangi berita hoax telah lama dilakukan dalam tubuh TNI AD.

"Sebagai insan pers, mendukung gerakan moral, kode etik jurnalistik. Beritakan satu berita yang diperoleh dengan jujur. Meneliti keterangan berita sebelum disiarkan bukan semata kecepatan," pungkasnya.

Satgas Cyber Troops
Sementara itu, Kapolda Bali yang baru Irjen Petrus R Golose disebut hendak menyiapkan satgas khusus yang menangani berita hoax dan intoleransi. Satgas itu disebut Cyber Troops dan Intelligent Media Management.

"Beliau (Kapolda) berencana membentuk itu sehingga berita tidak benar atau hoax bisa ditelusuri," kata Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja di kantornya, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, Rabu (11/1).

Hengky menjelaskan proses seleksi anggota satgas dari berbagai satuan tengah dilangsungkan. Usai seleksi, para calon anggota akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan sebelum diresmikan tugasnya.

"Saat ini sudah mulai berjalan (seleksi)," ujar Hengky.
Pembentukan satgas ini, menurut Hengky, dipicu oleh mulai masifnya penyebaran berita atau informasi hoax. Sebagian berita hoax yang beredar rentan mengancam toleransi antarumat beragama, walau belum ada berita hoax yang membahayakan kehidupan sosial masyarakat di Bali.

"Jangan sampai berita tidak benar bergulir menjadi bola liar. Kasihan masyarakat jika langsung menyerap (berita hoax) dan meyakininya, padahal tidak benar," ucap Hengky.

"Kadang orang kan (hanya) copy-paste sehingga kita lakukan juga tindakan preventif dan represif. Khusus Bali, memang belum ada tapi kita tetap mencegah. Kalau ada, bisa dijerat UU ITE," tambahnya.

Bali, yang populer di seluruh dunia sebagai surga berlibur, juga tak luput dari sasaran transnational crime. Pembentukan satgas ini pun bertujuan untuk menangkal itu.

"Beliau (Kapolda Bali) menyampaikan program untuk menjaga Bali, terutama terkait masalah transnational crime," kata Hengky.

Satgas transnational crime ini telah memasuki tahap seleksi dari berbagai satuan di bawah Polda Bali. Ada delapan tindak kriminal lintas negara yang menjadi perhatian satgas ini, contohnya perdagangan manusia, terorisme, narkoba, dan paedofilia.

"Karena banyak kasus itu di sini dan beliau (Kapolda Bali) memang fokus ke masalah itu. Salah satunya karena ada kemungkinan dari transnational crime itu berkembang menjadi tindak pidana pencucian uang atau lainnya," ujar Hengky.

Ia menegaskan, Kapolda Bali akan segera meresmikan satuan tugas ini karena Bali adalah sasaran empuk pelaku kejahatan lintas negara. "Bali salah satu lokasi sasaran transnational crime, ini akan bertugas di seluruh wilayah Polda Bali," ucap Hengky. (detikcom/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kei Shin Kan Sumut Gelar Coaching Clinic
Wali Kota Buka Porkot Medan, Diharapkan Muncul Atlet Muda Berprestasi
The Halal Guys Hadir di Jakarta
Inilah Danau Terbesar di Taiwan
Mendebarkan! Selfie di Atas Jurang di Lembah Cinta Mojokerto
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU