Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Diki Bocah 12 Tahun Asal Indonesia Jadi Mahasiswa Termuda di Waterloo Kanada
Kamis, 8 September 2016 | 16:44:02
Ottawa (SIB)- Bocah asal Indonesia bernama Cendikiawan (Diki) Suryaatmadja benar-benar luar biasa. Di usianya yang baru menginjak 12 tahun, Diki sudah menjadi mahasiswa termuda di Universitas Waterloo, Ontario, Kanada.

Diki akan memulai kelas perdananya pada hari Kamis (8/9) dengan teman kuliah yang hampir dua kali dari usianya. Dilansir AFP, Rabu (7/9), Diki akan mengambil studi fisika dengan kelas tambahan matematika, kimia dan ekonomi.

Staf penerimaan mahasiswa baru menyebut, Diki menjadi mahasiswa termuda yang pernah mendaftar di Waterloo, salah satu kampus top di Kanada. Umur calon mahasiswa menurut pihak kampus tidak menjadi faktor dalam mengambil keputusan menerima Diki yang disebut memiliki catatan akademik terbaik.

"Dia memiliki nilai fenomenal," ujar staf penerimaan mahasiswa baru Waterloo, Andre Jardin kepada penyiar CTV.

"Dia sepenuhnya siap secara akademis. Yang harus kami sampaikan adalah kenyataan dia adalah seorang anak 12 tahun," imbuh Jardin.

Sementara itu kepada CBC, Diki menyatakan dirinya sangat bersemangat untuk bertemu dengan teman-teman barunya. Diki yang akan tinggal bersama ayahnya di sebuah apartemen di dekat kampus, mengaku ingin menerapkan hal yang dipelajari di bidang energi terbarukan.

Selain Diki, AFP menulis, ada juga mahasiswa tingkat pertama termuda yang diterima di Universitas Cornell, New York. Bocah berusia 12 tahun itu bernama Jeremy Shuler.

CEPAT ADAPTASI
Menurut penuturan sang ibunda, Hani, Diki termasuk anak yang cepat beradaptasi.
Diki sudah diajarkan oleh kedua orang tuanya untuk selalu menjauhi hal-hal yang tidak baik. Memang perlu diakui, pergaulan mahasiswa di luar negeri kurang begitu baik untuk anak seusia Diki namun pihak universitas juga turut membantu mensosialisasikan hal-hal positif terhadap Diki.

"Sangat bagus adaptasinya. Semua menyayangi Diki barangkali seperti adiknya. Mungkin ada yang ke bar, tapi semua yang kurang baik untuk Diki sudah kami arahkan sejak awal," kata Hani melalui pesan singkat , Rabu (7/9).

"Apalagi pihak universitas sudah meeting dengan kami untuk membantu sosialisasi anak kami ke arah positif," lanjutnya.

Hani juga menambahkan, karena asyiknya Diki dengan lingkungan perkuliahan, Diki sampai tidak mau pulang ke rumah untuk makan siang. "Memang juga Universitas Waterloo menyediakan makanan untuk semua mahasiswa," ucap Hani.

Diki juga diterima sebagai mahasiswa di Universitas Waterloo dengan nilai tertinggi. Diki walau umurnya masih muda namun berhasil mendapatkan nilai IELTS yang memuaskan.

"Mereka (pihak universitas) kaget kalau Diki itu asli Indonesia. Mereka sempat memberi waktu Diki 3 minggu untuk mengambil IELTS. Diki pun belajar IELTS secara otodidak dan Diki berhasil melebihi target IELTS nya. Diki mendapat nilai 8 IELTSnya dan diterima di Universitas Waterloo dengan nilai tertinggi," imbuhnya.

Saat ini, Diki sedang melakukan masa orientasi di kampusnya. Masa orientasinya dimulai pukul 08.30 waktu setempat. Diki baru balik ke rumah pada pukul 22.21 waktu setempat.

Lompat Tingkat SD-SMA
Diki ternyata lompat tingkat dari SD ke SMA.
"Dia SD-SMA akselerasi," ucap ibunda Diki, Hani. Diki menjalani SD hingga SMA di satu sekolah di kawasan Kota Bogor, Jawa Barat.
Hani menambahkan, sejak lahir Diki sepertinya sudah ditakdirkan sebagai seorang pemikir.

"Karena pas usia 4 hari, Diki ketika dijemur dalam boks dengan jangka waktu 1 jam bisa bergerak dari barat ke timur dalam keadaan terbedong dan tertidur," tuturnya.

Menurut penuturan Hani, Diki sejak balita sudah terlihat tanda-tanda keingintahuannya terhadap sesuatu.

"Usia sejak 4 bulan Diki mampu turun dari ranjang yang tingginya itu 50 cm dengan memutarbalikkan badannya sehingga kakinya turun dulu," ungkapnya.
"Umumnya bayi turun meluncur dengan kepalanya terlebih dahulu," lanjut dia.

Mengenai keistimewaan Diki lainnya, Hani ingat sekali, di usia 6 bulan tepatnya pada 17 Januari 2005, Diki yang dilahirkan pada 1 Juli 2004 itu, mulai berbicara.

Keistimewaan Diki berlanjut hingga dia memasuki masa sekolah. Diki mengalami akselerasi alias lompat tingkat di sekolahnya hingga kini menjadi mahasiswa di Universitas Waterloo Kanada, di mana anak seusianya masih duduk di bangku SD kelas 6. (detikcom/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Isu Penculikan, Komisi Perlindungan Anak Minta Orangtua Waspada
Kebinekaan Jadi Modal Indonesia Bagi Dunia
Minta Duit ke Pemilik Ruko, 2 PNS Kecamatan Ciracas Kena OTT
Urus Dokumen Kependudukan di Semarang Kini 30 Menit Jadi
H-7 Penutupan, Baru 11 Nama Daftar Seleksi Hakim Agung
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU