20 sd 21 Agustus, Pengunjung akan Tumpah Ruah di Medan - Tanah Karo - Simalungun - Samosir

Jumat, 1 Juli 2016 | 13:26:12

SIB/Dok / Jumpa pers Toba GranFondo 2016 di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta (29/6). Dari kiri: Agustino Sidabutar, Ahmad Nasurullah, Steven Tanner, Iqbal Alamsyah, Puswita dan Ricky Mailangkay.

Jakarta (SIB)- Setelah sukses memperkenalkan Kawasan Wisata Danau Toba melalui kegiatan Fun Walk for Wonderful Toba dan Greatest Caldera Ride 2016, komunitas Horas Halak Hita (H3) kembali menggelar Toba GranFondo 2016 pada tanggal 20-21 Agustus 2016 di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.

Event ini diikuti 500 lebih pesepeda akan tumpah ruah menelusuri wilayah Sumut dari Medan hingga Parapat dan Samosir yang akan menjadi atraksi yang luarbiasa untuk mempromosikan dan membranding Danau Toba sebagai tujuan wisata dunia, jelas Dumoly F Pardede, Deputi Komisioner OJK kepada SIB secara terpisah.

Sementara Ketua Panitia "Toba GranFondo 2016, Agustino Sidabutar, dalam jumpa pers di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Rabu (29/7), menerangkan, Toba GranFondo adalah kegiatan bersepeda jarak panjang bersifat non kompetisional, teroganisir dan bernuansa wisata."

Kegiatan turing bersepeda ini dikemas sedemikian rupa sehingga mengikuti standar kualitas layanan dan konvoi peloton yang rapi dan teratur.

Agustino menerangkan pesepeda akan dipandu dan dikawal dalam kecepatan yang sesuai dan menempuh jarak 200 kilometer mulai dari kantor Gubernur Sumatera Utara, menanjak menuju dataran tinggi melintas Tanah Karo (Kabupaten Karo), Karo Berastagi dan Kota Kabanjahe, mencapai lembah pegunungan seputar Danau Toba dan berakhir di Kota Parapat.

Kegiatan turing bersepeda ini, ujar dia, berlangsung dua hari melintas jalur sejuk dengan kombinasi tanjakan dan turunan yang akan menjadi suguhan menantang dan menghibur untuk pesepeda domestik dan mancanegara.

"Peserta Toba GranFondo 2016 dari komunitas pesepeda nasional, terutama dari Medan, Kepulauan Riau, Jakarta dan Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan serta pesepeda internasional dari Singapura dan Malaysia. Diharapkan para peserta nantinya dapat ber-selfie dan mengunduh fotonya di media sosial, yang secara tidak langsung mereka telah mempromosikan kawasan Wisata Danau Toba nan indah ini," terang dia.

Juga, lanjut Agustino, daftar peserta juga datang dari tim cycling perusahaan-perusahaan nasional yang menurunkan tim cycling mereka untuk ikut berpartisipasi dalam tour cycling bernuansa wisata di Danau Toba ini.

"Rencananya Toba GranFondo akan dibuka oleh Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Darmansyah Hadad dan ditutup Menteri Pariwisata, Arief Yahya," pungkas dia.

Lebih jauh Touring Manager Toba GranFondo, Ricky Mailangkay, memaparkan pada hari pertama, tanggal 20 Agustus 2016, tour dimulai di Kantor Gubernur Sumatera Utara di Medan, berhenti di titik istirahat di Kantor Bupati Kabupaten Karo di Kota Kabanjahe, kemudian berlanjut menuju titik finish di Taman Semalem Resort tepat ditepian barat laut Danau Toba.

Hari Kedua, lanjut Ricky, dimulai pagi hari dari Taman Simalem Resort, melintasi bibir Danau Toba sisi utara dan timur laut, berhenti di titik istirahat di Hotel Siantar Desa Simarjarunjung, kemudian mencapai titik finish di Hotel Niagara Parapat.

"Sepanjang rute hari kedua ini perjalanan dihiasi dengan latar belakang Danau Toba yang akan memberikan pemandangan dramatis dengan sentuhan budaya lokal yang unik," kata dia.

Ricky menambahkan pada hari kedua juga akan dilanjutkan dengan rute ekstensi untuk peserta yang bisa melanjutkan perjalanan menyebrang ke Pulau Samosir, bersepeda hingga sore hari sepanjang 22 Km dari Desa Tomok menuju Desa Simanindo di Pulau Samosir, yang dipenuhi suasana dan warna kultur Tapanuli.

Sementara Kabiro Hukum Kemenpar, Iqbal Alamsyah, mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan Toba GranFondo 2016. "Kegiatan yang juga sekaligus mempromosikan kawasan Wisata Danau Toba ini diharapkan dapat semakin menarik minat para wisatawan untuk lebih banyak lagi datang kesana," ucap dia.

Mewakili OJK, Ahmad Nasurullah, mengatakan keterlibatan OJK dalam kegiatan ini merupakan bagian dari tugas OJK untuk bisa berkontribusi positif tidak hanya dibidang keuangan juga dalam pembangunan.

Diantaranya, lanjut dia, ikut menyukseskan Toba International Detour 2016 yang juga merupakan bagian program pemerintah tentang 10 prioritas destinasi wisata unggul Indonesia 2016.   

Chief Commisioner Toba GranFondo, Puswita, menambahkan kegiatan ini sangat bermanfaat dalam rangka mempromosikan kawasan Wisata Danau Toba kepada mancanegara.

"Malaysia dan Singapura yang tidak punya pemandangan seindah Kawasan Danau Toba saja bisa sukses menyelenggarakan GranFondo. Karena itu saya yakin kegiatan Toba GranFondo 2016 sukses dilirik mancanegara," tandas dia. (R1/G03/c)


BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI

Kembali